Minggu, 21 Agustus 2016

Memahami Konvensi Karya Ilmiah


     Karya ilmiah memiliki beberapa konvensi atau aturan, baik dari segi struktur, maupun kaidahnya.
a.    Berdasarkan strukturnya, karya ilmiah disajikan secara sistematis dan logis.
1)    Sistematis artinya berurutan, memiliki aturan yang jelas dan baku. Dalam karya ilmiah yang lengkap, akan terlihat urutan urutan kebakuan yang dimulai dengan pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Hal ini yang membedakan karya ilmiah dengan karya sastra yang urutannya lebih bersifat bebas, bergantung pada kehendak penulisnya.
2)    Logis artinya masuk akal atau dapat diterima oleh akal. Kalimat atau pernyataan-pernyataan yang ada di dalamnya berdasarkan hasil penalaran, bukan hasil imajinasi atau fantasi sebagaimana yang biasa dilakukan oleh penulis dalam karya sastra yang ditulisnya.
Beberapa konvensi dalam penulisan karya ilmiah mencakup hal-hal berikut.
a.    Masalah diungkapkan dan dipecahkan secara ilmiah atau dengan metode-metode keilmuan. Metode keilmuan tampak pada penyajian karya ilmiah yang mengutamakan kelogisan, fakta, atau bukti yang terpercaya disertai analisis yang objektif.
b.    Pendapat-pendapat yang dikemukakan berdasarkan fakta dan tidak berdasarkan imajinasi, perasaan, ataupun pendapat yang bersifat subjektif (impersonal).
c.    Karya ilmiah harus disusun secara sistematis dan logis yang ditandai oleh hubungan antarbagian-bagian tulisan yang membentuk suatu kesatuan (kohesif) dan kepaduan (koheren). Adapun ragam bahasa yang digunakan bersifat lugas, menggunakan kalimat secara efektif, menghindari kalimat yang bermakna ganda, dan menghindari pemakaian kata yang bersifat konotasi.

1.        Ragam Karya Ilmiah
  Karya ilmiah tidak selalu identik dengan karya hasil penelitian. Karya hasil penelitian merupakan salah satu jenis dari karya ilmiah. Apabila merujuk pada pengertian dan ciri-ciri yang telah diuraikan, banyak sekali ragam tulisan yang dapat dikatagorikan sebagai karya ilmiah. Namun demikian, secara umum karya ilmiah terbagi ke dalam jenis-jenis berikut.
a.     Artikel
   Arikel merupakan karya ilmiah yang dapat dijumpai dalam surat kabar, amajalah, jurnal, ataupun buku bunga rampai. Isinya menyajikan suatu pembahasan tentang tema tertentu ataupun hasil penelitian. Bentuk penyajian artikel pada umumnya terbagi ke dalam dua jenis, yaitu bersifat popular dan formal.
1.      Artikel popular
Artikel popular terdapat dalam surat kabar dan majalah. Sesuai dengan namanya, format penyajian artikel popular tidak kaku atau tidak tegas antara bagian pembuka, isi, dan penutupnya.
2.      Artikel formal
                     Artikel formal terdapat dalam jurnal. Format penyajiannya terikat oleh ketentuan-ketentuan baku, seperti adanya abstrak, kata-kata kunci, dan daftar pustka atau catatan kaki. Bagian isi dinyatakan dalam beberapa bab pembuka dan pendahuluan, isi, dan penutup.
b.     Laporan
Laporan adalah karya ilmiah yang bersumber dari hasil suatu kegiatan dan pemikiran yang dilakukan. Laporan disajikan dinyatakan dalam tulisan yang akan disajikan kepada khalayak ramai atau umum. Penyusunan sebuah laporan, harus berdasarkan orang yang memberi laporan, pihak yang menerima laporan, sifat, dan tujuan numum laporan.  

1)     Tujuan Laporan
       Penyusunan laporan umumnya bertujuan :
a)     Mengatasi suatu masalah,
b)     Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif,
c)      Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah,
d)     Mengadakan pengawasan dan perbaikan,
e)     Menemukan teknik-teknik baru, dan sebagainya.
2)     Ciri-ciri laporan :
a)     Tepat sasaran. Artinya, pembuat laporan harus mengetahi secara tepat pihak yang menerima laporan tersebut baik dari segi tingkatan usia, pengetahuan, maupun profesi. Dengan demikian dia dapat menyesuaikan gaya penyampian laporan yang dibuatnya.
b)     Disusun secara lengkap. Artinya, laporan yang dibuat harus disusun secara lengkap dan meminimalisasi terabaikannya hal-hal penting yang harus dikemukakan. Laporan yang baik juga tidak boleh memasukkan hal-hal yang menyimpang dan berisi prasangka atau pemikahan.

c.        Makalah
         Karya ilmiah yang membahas suatu persoalan dengan pemecahan yang didasarkan pada kajian pustaka atau penelitian di lapangan. Makalah sering disebut dengan paper. Hal ini karena, pembuatan makalah didasarkan pada kajian terhadap buku, penelitian, atau hasil kajian di lapangan. Makalah tidak hanya disebut dengan paper, tetapi juga kertas kerja. Hal ini hanya untuk jenis makalah yang disusun oleh serorang pejabat yang sering melakukan pertemuan.



Makalah memiliki karakteristik sebagai berikut.
1)     Merupakan hasil kajian pustaka dan/ atau laporan pelaksanaan suatu  kegiatan di lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu mata pelajaran.
2)    Mengilustrasikan pemahaman siswa tentang permasalahan teoretis yang dikaji atau kemampuan siswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan suatu mata pelajaran.
3)     Menunjukan kemampuan pemahaman siswa terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan.
4)     Mendemonstrasikan kemampuan seorang siswa dalam meramu berbagai sumber informasi dalam suatu kesatuan yang utuh.

         Makalah terbagi ke dalam dua jenis, yaitu makalah biasa dan makalah posisi.
a)        Makalah Biasa
         Makalah ini dibuat untuk menunjukkan pemahamannya terhadap permasalahan yang dibahas. Dalam makalah ini, penulis mengemukakan berbagai pandangan tentang masalah yang dikaji secara deskriptif. Dia juga memberikan pendapat, baik berupa kritik maupun saran mengenai aliran atau pendapat yang dikemukakan.
b)        Makalah posisi
Makalah posisi dibuat untuk menunjukkan posisi teoretis seorang penulis dalam suatu kajian. Penulis tidak hanya dituntut untuk menunjukkan penguasaan terhadap suatu teori atau pandangan tertentu, juga harus menunjukkan posisi sudut pandang tertentu dan disertai alasan yang tepat.



Makalah terdiri atas bagian pendahuluan, isi dan kesimpulan.
Berikut uraiannya.
1.     Pendahuluan
   Bagan ini menguraikan masalah yang akan dibahas yang meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, prosedur pemecahan masalah, dan sistematika penulisan.
2.     Isi
Bagian ini memuat uarain tentang hasil kajian penulis dalam mengeksplorasi jawaban terhadap masalah yang diajukan.
3.     Kesimpulan
 Kesimpulan adalah pemaknaaan penulis terhadap hasil diskusi atau uraian yang telah dibuatnya pada bagian isi.

d.     Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa tingkat akhir sebagai syarat untuk menyelesaikan program sarjana strata satu (S-1).

Skripsi mempunyai karakteristik berikut.
1)    Skripsi difokuskan pada eksplorasi permasalahan dan/atau pemecahan masalah bidang tertentu sesuai dengan jurusan atau keahlian penulisnya.
2)    Skripsi ditulis berdasarkan hasil pengamatan dan observasi lapangan dan/ atau telaah pustaka.

e.      Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa tingkat akhir sebagai syarat untuk menyelesaikan program magister ( S-2).



Tesis memiliki karakteristik sebagai berikut.
1)        Berfokus pada kajian suatu isu sentral dalam satu dislipin ilmu sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasisiwa.
2)        Merupakan pengujian empiris terhadap posisi teoretis tertentu dalam dislipin ilmu yang dipelajari.
3)        Menggunakan data primer atau data yang dikumpulkan dari lapangan untuk penelitian sebagai data utama dan ditunjang oleh data sekunder.

f.   Disertasi
Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa tingkat akhir sebagai syarat untuk menyelesaikan program doctor (S-3). Disertasi dapat memperlihatkan kemampuan akademis mahasiswa dalam merancang, melakukan, dan menyusun laporan penelitian yang berkaitan dengan temuan baru dalam satu disiplin ilmu. Disertasi disusun dan dipertahankan dalam ujian siding untuk memperoleh gelar doctor. Disertasi memiliki karakteristik sebagai berikut.
1)       Berfokus pada kajian mengenai satu disiplin tertentu sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari.
2)       Kajiannya bersifat mendalam dan berfokus pada penemuan yang baru dalam disiplin ilmu yang dipelajari.
3)        Disertasi dapat berupa pengujian terhadap teori yang pernah ada.

A.     Sistmatika Penulisan Karya Ilmiah
 I.       Ragam Karya Ilmiah berdasarkan Kelengkapannya
a.  Bentuk populer
Karya ilmiah ini berbentuk sesuka hati dan dalam bentuk yang ringkas. Ragam bahasannya bersifat santai, kalimatnya sederhana, dan tetap berdasarkan kenyataan. Karya ilmiah ini biasanya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah.
b.  Bentuk semiformal
Karya ilmiah ini berbentuk laporan dan makalah.
c.   Bentuk formal
d.  Karya ilmiah bentuk formal ini biasa digunakan untuk kebutuhan akademis, seperti penulisan skripsi, tesis, atau disertasi.
3.     Bagian-Bagian Karya Ilmiah
a.      Halaman Judul
Secara umum terdapat dua model perumusan judul karya, yaitu:
A. Model judul untuk karya populer
     Judul untuk karya ilmiah populer biasanya menggunakan judul yang singkat, provokatif, dan bahasanya mudah dikenal oleh masyarakat, contoh: Gejolak Tanah Papua (kompas), Fenomena Korupsi Kronis (suara merdeka), dsb.
B. Model judul untuk karya ilmiah berbentuk formal
     Judul untuk karya ilmiah formal ini berbentuk seperti laporan yang menghedaki perumusan secara lengkap yang meliputi: masalah yang diteliti, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.
Penulisan judul dapat dilakukan dengan cara menulis huruf kapital semua atau menulis dengan huruf kecil, kecuali pada huruf-huruf pertamanya. Hal lain yang tidak kalah penting adalah pemenggalan judul. Judul untuk karya ilmiah umumnya panjang-panjang. Oleh karena itu, judul harus dipenggal pada pergantian baris.
Selain judul, dalam halaman judul dicantumkan pula pokok-pokok berikut:
1.        Jenis karya (laporan buku, skripsi, tesisi, disertasi)
2.        Keterangan tentang jenis karya (contoh: tugas untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia).
3.        Kata oleh, nama penulis, dan jurusan serta nomor induk mahasiswa
4.        Tempat dan tahun.

b.        Halaman persembahan
  Adanya halaman persembahan, biasanya hanya karena pertimbangan penulis.
c.        Kata pengantar
         Kata pengantar ini berisi maksud dan tujuan penulisan karya ilmiah tersebut. Apabila bukan tujuan, maka akan diisi dengan latar belakang penulisan karya. Sebuah kata pengantar hendaknya menegemukakan hal-hal berikut:
1.   Penjelasan tujuan penulis dan alasan pemilihan pembahasan itu.
2.   Suka duka penulis dalam pengumpulan data atau pada waktu mengadakan penelitian.
3.   Harapan-harapan penulis tetang manfaat karya itu.
d.        Abstrak
         Abstrak merupakan ringkasan seluruh isi karya tulis dan paling banyak terdiri dari satu halaman. Abstrak berfungsi untuk memberikan gambaran karya tulis secara keseluruhan.
e.        Daftar isi
         Daftar isi merupakan penyajian dari sitematika isi karya. Daftar isi berfungsi untuk memudahkan para pembaca mencari judul atau subjudul dari karya yang ingin dibaca.
f.         Daftar tabel
         Daftar tabel berfungsi untuk menyatakan nomor urut tabel dan nomor urut bab.
g.        Daftar gambar
          Daftar gamabr berfungsi untuk menyajikan gambar secara berurutan dan disebut juga nomor urut gambar dengan menggunakan dua penyebutan angka seperti pada daftar tabel.
h.        Daftar lampiran
Setiap lampiran diberi nomor urut dan judul sesuai dengan urutan penggunaannya yang terdiri dari dua angka. Angka depan menyatakan nomor urut bab yang bersangkutan dan angka belakang menyatakan nomor urut lampiran itu berada. Daftar lampiran berfungsi sebagai penyajian nomor urut lampiran secara berurutan. Selain itu, daftar lampiran menyajikan nama lampiran dan nomor halaman tempat lampiran itu berada.
i.          Pendahuluan
  Pendahuluan mencakup latar belakang maslaah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat.

j.          Kerangka teoretis
Kerangka teroretis disebut juga dengan kajian pustaka atau landasan teori. Dalam hal ini tercakup juga kerangka pemikiran dan hipotesis. Kerangka teoretis dimulai dengan mengidentifikasi dan mengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipotesis. Kerangka-kerangka teori yang dimaksud dapat berupa pendapat-pendapat para ahli dari berbagai sumber. Penyusunan kerangka teoretis dimulai dengan pernyataan pembukaan mengenai tujuan analisis yang kemudian meluas dengan melakukan inventarisasi dari berbagai teori yang relevan. Setelah itu ditarik sebuah kesimpulan yang berupa hipotesis.
Dalam penyusunan kerangka pemikiran yang menghasilkan hipotesis, pada dasarnya penulis perlu mengembangkan kerangka argumentasi untuk memberikan penjelasan sementara mengenai masalah yang dihadapi.
Langkah-langkah penyusunan kerangka teoretis adalah:
1.       Pengkajian terhadap teori-teori yang akan digunakan dalam analisis.
2.       Pembahasan mengenai penelitian-penelitian lain yang relevan.
3.       Penyusunan kerangka berfikir dalam pengajuan hipotesis dengan mempergunakan pendapat-pendapat yang tercantum.
4.       Perumusan hipotesis.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang dihadapi. Hipotesis berfungsi sebagai penunjuk jalan yang memungkinkan peneliti untuk memperoleh jawaban.
k.        Metodologi penelitian
  Metodologi penelitian adalah tahap-tahap penelitian, dari persiapan, penentuan sumber data, pengolahan, dan pelaporannya. Jenis-jenis metode adalah:
1.         Metode deskriptif, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakuan apapun. Data tersebut dapat bersifat kualitatif maupun kuantitatif.
2.       Metode eksperimen, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah memperoleh perlakuan.
3.       Metode penelitian kasus (studi kasus), yaitu metode penelitian dengan tujuan untuk mendalami suatu kasus tertentu, misalnya cara belajar berbahasa seorang bayi, dsb.
l.          Deskripsi dan pembahasan hasil penelitian
         Deskripsi hasil penelitian merupakan sorotan obektif penulis terhadap hasil-hasil penelitiannya. Tolok ukurnya dikembalikan pada hipotesis dan metode pengolahan data yang telah dirumuskan dalam langkah-langkah pendahuluan. Tujuan adanya deskripsi adalah untuk membandingkan kebenaran yang ada dengan hipotesis yang telah dibuat. Dalam hal ini, penulis juga harus memberikan pembahasan terhadap data yang diperoleh dan digambarkan lebih jauh. Pembahasan dapat dilengkapi dengan tabel dan grafik. Tabel dan grafik merupakan cara efektif dalam menyajikan data dan informasi. Data yang disajikan pada pembahasan adalah data yang sudah diolah. Dalam pembahasan, argument-argument yang disajikan harus kuat dan lengkap.

m.       Kesimpulan dan saran
         Kesimpulan penelitian merupakan pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsure penelitian yang meliputi masalah serta kerangka teoritis yang mencakup hipotesis, metodologi penelitian, dan hasil penelitian. Kesimpulan perlu diuraikan secara ringkas tentang pernyataan-pernyataan pokok dari unsur-unsurnya.
n.        Daftar pustaka
         Daftar pustaka memuat semua sumber tertulis berupa buku, artikel,jurnal,dokumen resmi,atau sumber-sumber lainnya. Penulisan daftar pustaka disusun secara berurutan tanpa menggunakan nomor urut.
o.        Lampiran-lampiran
         Lampiran-lampiran berisi semua dokumen yang digunakan atau menjadi bukti lain dalam penelitian karya ilmiah. Untuk memudahkan pembaca, setiap lampiran diberi nomor sesuai dengan urutan penggunaanya dan diberi judul.
p.        Riwayat hidup
         Riwayat hidup penulis dibuat dengan model buti per butir dan dapat pula dibuat dengan model esai padat. Hal yang dikemukakan dalam daftar riwayat hidup meliputi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan,riwayat pendidikan, pelatihan-pelatihan yang pernah diikuti, karya-karya yang dihasilkan, dan pengalaman berorganisasi.

C.       Penggunaan Rujukan dalam Penulisan Karya Ilmiah
         Rujukan merupakan bahan yang dipakai sebagai sumber informasi,sumber kutipan,atau sumber informasi tambahan dalam sebuah karya ilmiah.
1.   Cara-Cara Merujuk
         Dalam hal perujukan, ada dua cara yang dapat dilakukan, bergantung pada jenis rujukan yang dipakai. Cara yang pertama adalah dengan mengintegrasikan rujukan ke dalam teks, sedangkan cara yang kedua adalah dengan tidak mengintegrasikan ke dalam teks. Cara pertama ditunjukkan untuk rujukan yang berupa bahan-bahan pustaka, sedangkan cara kedua ditunjukkan untuk rujukan yang berupa non pustaka.
a.   Cara menulis kutipan tidak langsung
1.   Jika nama pengarang dinyatakan dalam teks, nama tersebut langsung diikuti dengan tahun terbit dan nomor halaman (jika diperlukan yang ditempatkan di dalam kurung, contoh: Surachmad (1997: 423) mengatakan
2.   Jika nama pengarang tidak dicantumkan dalam teks, cantumkan nama akhir pengarang dan tahun terbit pustaka serta nomor halaman, jika diperlukan dalam kurung pada akhir pernyataan yang dikemukakan sebelum tanda titik akhir kalimat pernyataan, contoh: hukum yang didapat seseorang dengan jihad disebut mazhab (Rasjid, 1954: 21).
3.   Untuk acuan dua pengarang, cantumkanlah nama akhir pengarang, dan gunakan singkatan dkk, contoh: menurut Amiruddin dkk. (1978: 63)
4.   Apabila ada beberapa karya terbitan tahun yang sama dari seorang pengarang maka gunakan huruf a,b,c,dst, contoh: selanjutnya, Rozarsfeld (1960a) berpendapat
5.     Jika beberapa pengarang diacu bersama, nama-nama pengarang dan tahun terbit buku itu ditulis dalam satu kurung, comtoh: … dalam pembangunan ekonomi (Rahman, 1977 ; Anwar, 1979; Wirawan, 1981)
6.   Untuk penanda jilid acuan, gunakan nomor urut angka Arab dan tempat nomor tersebut setelah tahun terbit dengan dinaikkan setengah spasi, contoh: Alisjahbana (1951) mengatakan bahwa
7.        Jika pustaka acuan tidak mempunyai tahun terbit, tuliskan tanpa tahun di dalam kurung setelah peneyebutan nama pengarang, contoh: .. dana moneter internasional (Wardhana, tanpa tahun: 117).
b.        Cara menulis kutipan langsung
1.       Kutipan langsung yang kurang dari empat baris ditempatkan dalam teks di antara tanda petik dengan jarak yang sama.
2.       Kutipan langsung yang terdiri dari empat baris atau lebih ditempatkan di bawah baris akhir teks yang mendahuluinya.
3.       Jika acuan dalam bahasa asing, sebaiknya bagian dikutip diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia sebagai kutipan tidak langsung.

2.        Penggunaan Catatan Kaki
a.       Catatan kaki dengan merujuk referensi
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
1.  Catatan kaki diletakkan di bagian bawah halaman yang sama dengan bagian kalimat yang ditandai.
2.   Catatan kaki diketik dengan urutan sebagai berikut:
·                     Nomor catatan kaki
·                     Nama pengarang
·                     Tahun penerbit
·                     Judul buku
·                     Edisi buku
·                     Nomor volume buku
·                     Tempat penerbit
·                     Nama penerbit
·                     Halaman yang dikutip
b.        Catatan kaki dengan tidak menunjuk referensi
  Catatan kaki model seperti ini dipisahkan dari teks dengan garis sepanjang 14 pukulan dari margin kiri. Garis pemisah itu diberi jarak dua spasi. Jaraqk antara dua catatan kaki adalah dua spasi. Penomoran catatan kaki dimulai dari satu lagi. Di dalam teks nomor catatan kaki ditempatkan langsung di belakang huruf terakhir dari pernyataan yang diberi catatan dengan menaikkan setengah spasi.

3.        Daftar Pustaka
Salah satu hal yang mutlak untuk dicantumkan dalam sebuah karya ilmiah adalh daftar pustaka. Daftar pustaka atau bibliografi merupakan daftar yang berisi judul buku buku, artikel-artikel, yang digunakan sebagai rujukan dalam penulisan karya ilmiah. Selain itu, bibliografi dapat pula berfungsi sebagai pelengkap dari sebuah catatan kaki.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun daftar pustaka, yaitu sebagai berikut.
1)       Semua sumber acuan yang disebutkan dalam catatan pustaka harus dicantumkan dalam daftar pustaka.
2)       Semua sumber acuan disusun secara alfabetis menurut pengarang atau lembaga yang menerbitkan jika tidak ada nama pengarang.
3)       Penyusun daftar pustaka didasarkan pada kata pertama judul jika nama pengarang atau nama lembaga yang menerbitkan tidak ada.
4)       Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.

Selain itu, beberapa hal berikut ini akan memengaruhi dalam menyusun daftar pustaka. Apabila ditinjau dari segi penulis dan karyanya, berikut hal- ha yang harus diperhatikan adalah:
1.       Satu orang penulis dan satu karya,
2.       Dua orang atau lebih penulis dan satu karya,
3.       Dua orang atau lebih penulis dan satu atau beberapa karya, dan
4.       Lembaga sebagai penulis.

Apabila ditinjau dari segi media penyajian tulisan, hal-hal ang perlu diperhatikan adalah:
a)       Buku,
b)       Jurnal,
c)       Bagian buku,
d)       Majalah,
e)       Surat kabar, atau
f)        Internet.

Apabila dilihat dari media terbitnya, hal- hal yang perlu diperlukan adalah:
a)       Sudah diterbitkan atau
b)       Belum diterbitkan.

Secara umum, unsure- unsure yang terdapat dalam daftar pustaka meliputi:
1.       Nama pengarang, yang dikutip secara terbalik,
2.       Judul buku, termasuk judul tambahannya,
3.       Data publikasi yang mencakup penerbit, kota terbit, dan tahun terbit,
4.       Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel tersebut, nama majalah, jilid nomor, dan tahun penerbitan.

a.        Buku sebagai sumber acuan
Penulisan sumber acuan untuk buku dalam daftar pustaka mengikuti urutan berikut:
1)       Nama pengarang
2)       Tahun terbit
3)       Judul buku
4)       Tempat terbit, dan
5)       Nama penerbit
         Penulisan nama pengarang, tahun terbit, judul buku, dan nama penerbit dalam daftar pustaka yang bersumber dari buku diakhiri dengan tanda titik. Kecuali tempat terbit yang diakhiri dengan tanda titik dua. Selain itu, jika yang dicantumkan bukan nama pengarang, melainkan nama lembaga yang menerbitkan urutan penerbitan adalah:
1)       Nama
2)       Nama lembaga/badan/ instansi yang diterbitkan
3)       Tahun terbit
4)       Judul terbitan, dan
5)       Tempat terbit

b.       Jurnal sebagai sumber acuan
Penulisan sumber acuan untuk jurnal dalam daftar pustaka mengikuti urutan-urutan berikut :
1)       Nama belakang penulis.
2)       Nama depan penulis (disingkat).
3)       Tahun terbit (dalam tanda kurung).
4)       Judul artikel ( dituis diantara tanda petik).
5)       Judul jurnal ditulis dengan huruf miring atau digarisbawahi dan ditulis penuh.
6)       Nomer volume dituis dengan angka Arab dan digarisbawahi tanpa didahului dengan singkatan “vol”.
7)       Nomor terbit (jika ada) dengan angka Arab dan ditulis di antara tanda kurung.
8)       Nomor halaman dari noomor halaman pertama sampai dengan nomor halaman terakhir tanpa didahului singkatan “pp” atau “h”.

c.        Majalah sebagai sumber acuan
Penulisan sumber acuan untuk majalah dalam daftar pustaka mengikuti urutan-urutan sebagai berikut:
1)       Nama pengarang
2)       Tahun terbit
3)       Judul artikel
4)       Judul majalah
5)       Bulan terbit (jika ada)
6)       Tahun terbit yang keberapa (jika ada), dan
7)       Tempat terbit

d.       Surat kabar sebagai sumber acuan
Aturan penuisan sumber acuan untuk surat kabar dalam daftar pustaka mengikuti urutan-urutan berikut:
1)       Nama pengarang
2)       Tahun terbit
3)       Judul artikel
4)       Judul surat kabar
5)       Tanggal terbit
6)       Tempat terbit



e.       Antalogi sebagai sumber acuan
Penulisan sumber acuan untuk antalogi dalam daftar pustaka mengikuti urutan-urutan berikut:
1)       Nama pengarang
2)       Tahun terbit
3)       Judul karangan
4)       Nama editor
5)       Judul antalogi
6)       Tempat terbit
7)       Nama penerbi

f.         Sumber acuan berupa laporan penelitian dan dokumen lain
Selain sumber acuan yang telah diuraikan, terdapat sumber acuan lainnya, baik berupa laporan penelitian, maupun dokumen lain. Berikut sumber-sumber acuan tersebut.
1)       Skipsi, tesis, atau disertasi
2)       Publikasi departemen
3)       Dokumen
4)       Makalah

g.       Sumber acuan dari internet
Sumber acuan dari internet dapat berupa karya perseorangan, karya kolektif, artikel dalam jurnal, artikel dalam majalah, dan artikel dalam surat kabar. Berikut diuraikan secara singkat.
1.       Karya perseorangan
Urutan penulisan sumber acuan untuk karya perseorangan dalam daftar pustaka sebagai berikut.
a.       Pengarang atau penyunting
b.       Tahun penulisan
c.        Judul karangan
d.       Jenis medium
e.       Tersedia: alamat internet
f.         Tanggal diakses
2.       Bagian dari karya kolektif
Urutan penulisan sumber acuan untuk karya kolektif dalam daftar pustaka adalah sebagai berikut:
a.       Pengarang atau penyunting
b.       Tahun penulisan
c.        Sumber (edisi)
d.       Jenis media
e.       Penerbit
f.         Tersedia: alamat di internet
g.       Tanggal diakses

3.       Artikel dalam jurnal
Urutan penulisan sumber acuan untuk artikel dalam jurnal adalah sebagai berikut.
a.       Pengarang
b.       Tahun
c.        Judul
d.       Nama jurnal
e.       Jenis media
f.         Volume (terbitan)
g.       Halaman
h.       Tersedia: alamat di internet
i.         Tanggal diakses

4.       Artikel dalam majalah
Urutan penulisan sumber acuan untuk artikel dalam majalah adalah sebagai berikut:
a) Pengarang
b) tahun, tanggal, bulan
c) Judul artikel
d) Nama majalah
e) Jenis media
f) volume
g) Jumlah halaman
h) Tersedia: alamat di internet, dan
i) tanggal diakses
5. Artikel dalam surat kabar
 Urutan penelitian sumber acuan untuk artikel dalam surat kabar adalah sebagai berikut:
a)       Pengarang
b)       Tahun, tanggal , bulan
c)       Judul artikel
d)       Nama surat kabar
e)       Jenis media
f)        Jumlah halaman
g)       Tersedia: alamat diinternet, dan
h)       Tanggal diakses
6 Pesan dari surel (surat elektronik/ e mail)
Urutan penulisan sumber acuan untuk pesan yang bersumber dari surel sebagai berikut:
a)       Pengirim ( alamat surel pengirim)
b)       Tahun, tanggal, bulan
c)       Judul pesan, dan
d)       surel penerima





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI CORONA

CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...