Kamis, 16 Februari 2017

STRUKTUR KLAUSA


BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang

Sebuah klausa, sebagaimana frasa, merupakan sekelompok kata. Akan tetapi, sebuah klausa adalah sekelompok kata yang memiliki subjek dan predikat, sedangkan frasa tidak. Klausa merupakan bagian inti dari kalimat atau dapat juga dikatakan sebagai pembentuk kalimat.

Jadi kini kita akan mempelajar tentang stuktur klausa secara mendalam dan kita dapat mengetauhi perbedaan antara kata frasa dan klausa

B.           Rumusan Masalah

1.    Apa pengertian dari klausa?
2.    Apa saja stuktur dari klausa?

C.           Tujuan

Agar kita dapat mengetaui apa itu klausa dan apa saja stuktur yang ada dalam klausa.

D.           Manfaat

Kita dapat mempelajari klausa lebih dalam dan mengetauinya dengan jelas tentang pengertian klausa dan stuktur klausa.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.           Pengertian
           
            Sebuah klausa, sebagaimana frasa, merupakan sekelompok kata. Akan tetapi, sebuah klausa adalah sekelompok kata yang memiliki subjek dan predikat, sedangkan frasa tidak. Klausa merupakan bagian inti dari kalimat atau dapat juga dikatakan sebagai pembentuk kalimat.

Kalimat
Klausa
Frasa
Kata
a.    Anak sulungnya masih sekolah di Taksimalaya
anak sulungnya masih sekolah di Taksikmalaya
1)    anak sulunnya
2)    masih sekolah
3)    di Tasikmalaya
1)    anak
2)    sulungnya
3)    masih
4)    sekolah
5)    di
6)    Tasikmalaya
b.    Ketika ayahnya datang, dia sedang mengikuti kejuaraan pencak silat di Bandung
1)    ayahnya datang
2)    dia sedang mengikuti kejuaraan pencak silat di Bandung
1)    sedang mengikuti
2)    kejuaraan pencak silat di Bandung
3)    di Bandung
1)    ketika
2)    ayahnya
3)    datang
4)    dia
5)    sedang
6)    mengikuti
7)    kejuaraan
8)    pencak
9)    silat
10)  di
11)  Bandung




           
B.           Unsur – Unsur Klausa
           
     Klausa dapat pula diartikan sebagai satuan bahasa yang terdiri atas subjek, predikat, baik disertai objek, pelengkap, dan keterangan ataupun tidak. Dengan pengertian tersebut dapat diketahui bahwa unsur inti klausa adalah subjek dan predikat. Unsur lain, seperti objek, pelengkap, dan keterangan boleh ada dalam klausa, boleh juga tidak ada. Unsur fungsional yang wajib ada dalam klausa adalah predikat. Unsur-unsur itu sifatnya relative tetap. Unsur-unsur subjek, prediket, objek, pelengkap, dan keterangan memiliki fungsi yang berbeda-berbeda.

  1. Subjek
            Subjek adalah unsur yang berfungsi sebagai pokok pembicaraan suatu kalimat. Fungsi ini umumnya diisi oleh kata atau frasa benda, baik itu yang konkret ataupun yang abstrak. Namun, ada pula subjek yang diisi oleh subjek dapat pula digunakan kata tanya apa atau siapa. Subjek dalam hal ini merupakan jawaban dari pertanyaan apa dan siapa tentang prediket.
Contoh:
1)    adik saya pandai
2)    bukunya disimpan kakak saya
            subjek kata klausa (1) diisi dengan kata adik saya dan merupakan jawaban dari pertannyaan “Siapa yang pandai?”. Subjek pada klausa (2) diisi oleh kata buku dan merupakan jawaban dari pertannyaan “Apa yang disimpan kakak saya?”.
Selain ciri tersebut, subjek dapat diikuti kata itu dan kata ini, terutama apabila kata itu masih umum. Subjek dapat pula ditambah enklitik –nya.
Contoh:
1)    rumah itu besar
2)    adiknya pintar
            subjek dalam klausa dapat menyatakan peran atau makna tertentu. Berikut makna-makna yang dimaksud.
Makna Subjek
Contoh Klausa
1)  pelaku
Nisa sedang belajar
2)  sebab
Perapian memanaskan kamarku
3)  hasil
Baju ini dibuat ibuku sendiri
4)  penderita
Batu tersebut dilemparkannya dengan keras
5)  tempat
Kebunnya ditanami manga dan jambu

C.         Predikat
          
              Pradiket adalah unsur klausa yang berfungsi menjelaskan subjek. Prediket memiliki fungsi yang sangat penting. Ketidakhadiran predikat dapat menyebabkan tidak jelasnya makna suatu klausa. Oleh karena itu, kehadiran predikat dalam suatu klausa mutlak diperlukan. Hal ini berbeda dalam subjek dalam kalimat-kalimat tertentu dan ketidakhadirannya bisa ditoleransi.
Contoh:
1)              Pergi!
2)              Lari!
3)              Jangan membuang sampah disini!
  Predikat umumnya berada dibelakang subjek. Fungsi predikat sebagian besar diisi oleh kata kerja. Ciri lainnya adalah predikat dapat ditentukan dengan pertannyaan bagaimana, sedang apa, di mana, dari mana, dan berapa tentang subjek.
Klausa
Pertanyaan
Predikat
1)  paman saya kaya raya
Paman saya bagaimana?
kaya raya
2)  sahidin sedang membaca
Sahidin sedang apa?
Sedang membaca
3)  guruku didalam kelas
Guruku dimana?
di dalam kelas
4)  tahu itu dari sumedang
Tahu itu dari mana?
dari sumedang
5)  rumahnya banyak sekali
Rumahnya berapa?
banyak sekali

              Seperti halnya subjek, predikat pun memiliki makna atau peran tertentu dalam klausa. Berikut makna-maknanya.
Makna
Contoh Klausa
1)  perbuatan
Putri sudah berangkat
2)  keberadan
saudaranya tinggal dijombang
3)  keadaan
mawar itu sangat indah
4)  jumlah
mainannya banyak
5)  pengenal
ayahnya petani
6)  pemerolehan
tetanggaku mendapat hadiah


D.           Objek
            Objek merupkan fungsi klausa yang letaknya selalu berada di belakang predikat (transitif). Objek pada umumnya berupa nomina. Dalam kalimat pasif, objek dapat berfungsi sebagai subjek. Objek dapat ditentukandengan menggunakan pertannyaan apa atau siapa.
1)    Kata apa untuk menentukan objek yang berupa benda, tumbuh-tumbuhan, dan hewan.
2)    Kata Tanya siapa utuk menentukan objek yang berupa Tuhan, malaikat, atau manusia.
Adapun makna atau peran objek adalah sebagai berikut.
Makna
Contoh Klausa
1)    Penderita
Ilham menendang bola
2)    Penerima
Temanku membelikan Dina buku cerita
3)    Alat
Ia mengikatkan tali pada sebatang pohon
4)    Tempat
Kakek menanami kebun ini dengan pohon pisang
5)    Hasil
Kak Alam sedang menulis skripsi


E.            Pelengkap
Pelengkap mempunyai banyak persamaan dengan objek, yakni bersifat wajib hadir setelah verba transitif. Perbedaannya, selain berupa nomina, pelengkap bisa diisi oleh verba atau adjektiva.
Contoh:
1)    Adik bermain bola. (nomina)
2)    Kami suka berenang. (verba)
3)    Bajunya berwarna hijau. (adjektiva)
Perbedaan lainnya, apabila predikat selalu berada setelah verba transitif, pelenkap beradadibelakang verba semitransitif atau dwitransitif dan dapat didahuluhi oleh preposisi.
Contoh:
1)    Mereka bermain tenis. (semitransitif)
2)    Ayah memerintahkan kakek bersenampagi. (dwitransitif)
3)    Ibu berkata bahwa ayah belum pulang. (bahwa = preposisi)
Pelengkap tidak dapat dijadikan bentuk pasif.
Contoh :
1)    Adik bermain bola basket.
2)    Bola basket bermain adik?
Selain itu, pelengkap tidak dapat diganti dengan –nya kecuali didahului oleh preposisi.
Contoh:
1)    Negara ini berlandaskan hukum.
2)    Negari ini berlandaskanya?
Pelenkap memiliki makna-makna sebagai berikut.
Makna
Contoh Klausa
1)    Penderita
Vivi berkirim surat pada kakaknya di Bandung
2)    Alat
Anak itu berpayungkan daun pisang
3)    Perbuatan
Gilang sedang belajar menari
4)    jumlah
Anak ayamnya bertambah lima ekor


F.            Keterangan
keterangan adalah unsur yang fungsinya menerangkan seluruh fungsi yang ada dalam suatu klausa. Berbeda dengan fungsi-fungsi yang ada dalam klausa. Berbeda dengan fungsi-fungsi lainnya, kehadiran fungsi keterangan bersifat manasuka. Ketidakhadiran fungsi tersebut tidak akan mengganggu stuktur dan keseluruhan makna klausa.
            Ciri- ciri fungsi keterangan adalah sebagai berikut.
            Berdasarkan makna atau perannya, funsi keterangan terbagi dalam beberapa macam, yakni sebagai berikut.

1)    Keterangan waktu memberikan informasi mengenai saat terjadinya suatu peristiwa. Fungsi keterangan itu diisi oleh berbagai bentuk, yakni kata tunggal, frasa nominal, dan frasa preposisional.
Kata Tunggal
Frasa Nominal
Frasa Preposisional
Kemaren
Sebentar lagi
Dari pagi hingga petang
Sekarang
Kemaren dulu
Sampai besok malam
Besok
Tidak lama kemudian
Pada hari jumat
Lusa
Beberapa hari yang lalu
Sesudah dia tertidur
Tadi
Sesaat setelah ayah pergi
Ketika hijan turun
nanti
Selama masih kuliah
Sejak kakinya tiada

Contoh:
a.    Kemaren paman datang dari Jakarta
b.    Saatnya telah tiba untuk lepas landas sekarang
c.    Besok kami akan mengujunginya
d.    Tadi pagi iya menanyakan tentang itu lagi
e.    Sebentar lagi mereka datang

2)    Keterangan tempat adalah keterangan yang menunjukan tempat terjadinya peristiwa atau keadaan. Keterangan tempat selalu didahului oleh kata depan. Contoh kata depan: di, ke, dari, sampai, dan pafda. Untuk lebih jelasnya, perhatikan table berikut.
Contoh Keterangan Tempat
Disana
Diatas meja praktik
Dirumah sakit
Di indonesia
Dari situ
Dari atas
Dari kelas

Contoh:
a.    Disana telah terjadi tabrakan beruntun
b.    Bukunya ditaruh diatas meja praktik
c.    Si Kabayan tidak ada dirumah
d.    Di Indonesia korupsi sudah menjadi hal biasa
e.    Kita harus mulai mengerjakannya dari situ

3)    Keterangan Tujuan
Keterangan tujuan adalah keterangan yang menyatakan tujuan atau maksud tujuan atau maksud perbuatan. Wujud keterangan tujuan selalu dalam bentuk frasa preposisional yang dipakai adalah demi, bagi, guna, untuk, dan buat.
Contoh:
a.    Kami bersedia berkorban demi kepentingan Negara
b.    Marilah kita mengheningkan cipta bagi Palawan yangtelah jujur.

4)    Keterangan cara
Keterangan cara adalah keterangan yang menyatakan cara terjadinya suatu peristiwa. Keterangan cara ada yang didahului kata depan ada pula yang tidak. Perhatikan contoh-contohnya dalam table dibawah ini.
Berkata Depan
Tidak Berkata Depan
Dengan tegas
Selalu
Dengan benar
Biasanya
Secara jelas
Secepat-cepatnya
Secara baik
Terang- terangan
Secara bergotong-royong
Sehalus mungkin
Tanpa kemauan
Sedikit demi sedikit
            Contoh:
a.    Dengan tegas ia menolak suap itu
b.    Jawablah pertannyaan ini dengan benar

5)    Keterangan penyerta
Keterangan penyerta adalah keterangan yang menyatakan ada atau tidaknya orang yang menyertai orang lain dalam melakukan suatu perbuatan. Semua keterangan penyerta dibentuk dengan menggabungkan preposisi dengan, tanpa, atau bernama dengan kata atau frasa tertentu. Kata atau frasa yang berdiri dibelakang preposisi itu harus merupakan benda yang bernyawa atau yang dianggap bernyawa.
      Contoh kalimat:
a.    Dia merumuskan konsep itu dengan para pembantunya
b.    Pak Hasyim pergi ke Mekah tanpa istrinya
c.    Pasukan itu menyerbu kota bernama rakyat

6)    Keterangan Rakyat
Keterangan alat adalah keterangan yang menyatakan ada atauntidaknya alat yang dipakai untuk melakukan suatu perbuatan. Keterangan alat selalu didahului oleh kata depan dengan atau tanpa.
      Contoh:
a.    Ayah memukul batu itu dengan palu
b.    Adik sedang menggambar ular dengan sepidol berwarna
c.    Saya bekerja dengan alat ini
d.    Kakak pegi sekolah dengan sepeda
e.    Ibu memasak sayur ini tanpa garam

7)    Keterangan similatif
Keterangan similatif adalah keterangan yang mennyatakan kesetaraan atau kemiripan antara suatu keadaan, kejadian, atau perbuatan yang lain.
a.    Tekadnya untuk merantau teguh laksana gunung karang
b.    Apakah selamanya kita akan hidup sebagai objek sejarah
c.    Berpikirlahseperti orang dewasa

8)    Keterangan penyebab
Keterangan penyebab adalah keterangan yang menyatakan sebab atau alas an terjadinya suatu keadaan, kejadian, atau pun perbuatan. Wujud keterangan ini selalu berupa frasa dengan preposisi karena atau sebab.
Contoh:
a.    Banyak pemimpin dunia jatuh sebab moralnya yang rendah.
b.    Gaji kurang terus karena inflansi

9)    Keterangan kesalingan
Keterangan kesalingan adalah keterangan yang menyatakan suatu perbuatan dilakukan secara silih berganti. Keterangan ini ditandai oleh frasa satu sama yang lain.
      Contoh:
a.    Kedua degasi itu akan merundingkan pemulihan hubungan diplomatic satu sama yang lain
b.    Ketua dan skretaris organisasi ini membenci satu sama yang lain.

G.           Kategori Klausa
Berdasarkan kata yang menepati predikatnya, klausa dapat diklasifikasikan menjadi lima kategori, yakni sebagai berikut.
a.    Klausa nominal
Klausa nominal adalah klausa yang predikatnyaterdiri atas kata atau frasa nominal.
      Contoh:
1)    Kakaknya dokter mata
2)    Ia guru saya
b.    Klausa verbal
Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya terdiri atas kata atau frasa verbal.
     Contoh:
1)    Tadi pagi ibu berangkat kepasar
2)    Ayahku sedang membaca Koran
Jenis Klusa Verbal
Contoh
a.    Klausa verbal aktif
Pengusaha itu meminjamkan ayah uang
b.    Klausa verbal pasif
Masalah harga sedang dibicarakan
c.    Klausa verbal reflektif
Ia tidak dapat menahan diri
d.    Klausa verbal resiprokal
Mereka saling memukul
e.    Klausa verbal transitif
Lina sedang mencuci pakaian
f.     Klausa verbal ekatransitif
Pemerintah akan memasok semua kebutuhan lebaran
g.    Klausa verbal dwitransitif
Ayahku menugasiku pekerjaan
h.    Klausa verbal semitransitif
Anakku sedang belajar menulis
i.      Klausa verbal tak transitif
Padinya sudah menguning

c.    Klausa Adjektival
Klausa adjectival adalah klausa yang predikatnya terdiri atas kata atau frasa adjectival.
      Contoh:
1)    Temanya sakit keras
2)    Pernyataan orang itu benar
d.    Klausa Nurmeralia
Klausa nurmeralia adalah klausa yang predikatnya terdiri atas kata atau frasa numeral.
     Contoh:
1)    Roda truk itu enam
2)    Cucunya delapan orang
e.    Klausa Preposisional
Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frasa preposisional atau frasa depan.
      Contoh:
1)    Anaknya dirumah
2)    Sore itu saya kekampus








             


Bab III

A.           Kesimpulan
Kesimpulanya, klausa ternyata berbeda dengan yang lain. Klausa terdapat beberapa unsur yaitu subjek, objek, predikat, keterangan, pelengkap, dan kategori klausa.

B.           Saran
Sarannya, klausa harus kita kembangkan dengan cara kita dapat menggunakan dengan sehari-hari.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI CORONA

CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...