Kamis, 16 Februari 2017

MENGANALISIS STRUKTUR NOVEL


1.       PENGERTIAN
Novel berasal dari Bahasa Italia novella yang berarti sebuah barang baru yang kecil. Lalu kata itu diartikan sebagai sebuah karya sastra dalam bentuk prosa.
Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa tokoh.
Hal-hal yang menarik yang terdapat dalam suatu novel dapat berupa:
1.       Tema cerita yang khas dan baru.
2.       Konflik yang menegangkan.
3.       Alur yang penuh kejutan.
4.       Watak tokoh yang dapat membuat kita terkagum-kagum.
5.       Perjuangan tokoh yang membuat kita terharu.
6.       Pesan-pesan dalam cerita yang menggertarkan dan menyerap.

1.       UNSUR-UNSUR NOVEL

No
Cerpen
Novel
1
Alur lebih sederhana.
Alur lebih rumit dan lebih panjang dengan ditandai adanya perubahan nasib pada diri sang tokoh.
2
Tokoh dimunculkan hanya beberapa orang.
Tokohnya lebih banyak dalam berbagai karakter.
3
Latar yang dilukiskan hanya sebentar dan sangat terbatas.
Latar meliputi wilayah geografi yang luas dan dalam waktu yang lebih lama.
4
Tema mengupas masalah yang relatif sederhana.
Tema lebih kompleks ditandai dengan adanya tema-tema bawahan.

Berikut gambaran unsur-unsur dalam novel:
a.       Tema
Tema merupakan inti atau pokok yang menjadi dasar pengembangan dari suatu novel. Tema novel biasanya menyangkut segala persoalan seperti masalah manusia, kekuasaan, kasih sayang, dansebagainya. Pada umumnya, tema tersimpan secara tersirat dan ditemukan setelah membaca novel secara keseluruhan.
Tema sebuah novel dapat diketahui melalu ialur. Hal ini dapat dilihat antara hubungan antarperistiwa atau konflik yang satu dengan yang lainnya. Selain itu, dapat dipahami melalui peran-peran pada tiap tokoh.
Tema novel dapat diketahui dari tuturan pengarangnya. Dengan melihat kata-kata tertentu yang sering diungkapkan pengarangnya kita dapat menentukan atau dapat mengetahui tema umum dari novel tersebut.

b.      Alur
Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat. Jalan ceita suatu novel terkadang penuh kejutan, berbelit-belit dan juga sederhana. Hanyasaja, sesederhananya alur suatu novel tidak akan sesederhana alur dalamcerpen.
Bagian-bagian alur tidaklah serupa, kadang-kadang susunannya langsung pada penyelesaian lalu kembali pada bagian pengenalan. Adapula yang diawali dari pengungkapan peristiwa, lalu pengenalan, penyelesaian peristiwa, dan puncak konflik.
Konflik merupakan inti dari alur sebuah cerita.
Konflik dalam cerpen bentuknya bermacam-macam, yakni:
1.       Konflik manusia dengan dirinya sendiri (konflik batin).
2.       Konflik manusia dengan sesamanya.
3.       Konflik manusia dengan lingkungannya, baik lingkungan, ekonomi, politik, social maupun budaya.
4.       Konflik manusia dengan Tuhan atau keyakinan-Nya.

c.       Latar
Latar atau setting meliputi tempat, waktu, dan budaya yang digunakan dalam suatuc erita. Latar dalam suatu cerita dapat bersifat factual atau imajiner. Latar befungsi mempertegas atau memperkuat keyakinan pembaca terhadap jalannya suatu cerita.

d.      Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam novel. Terdapat lima cara penggambaran karakter tokoh, yakni:
1.       Penggambaran tokoh secara langsung.
2.       Penamaan, pemerian, dan pernyataan oleh tokoh lain.
3.       Tindakan atau reaksi tokoh lain.
4.       Percakapan dialog dan monolog.
5.       Perilaku tokoh yang bersangkutan.

e.      Sudut pandang (point of view)
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. Posisi pengarang ini terdiri atas dua macam yakni:
a.       Berperan langsung sebagai orang pertama, yakni sebagai tokoh yang terlihat dalam cerita yang bersangkutan.
b.      Hanya sebagai orang ketiga yang berperan sebagai pengamat.

f.        Amanat
Amanat merupakan ajaran moral yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca melalui novelnya. Oleh karena itu, untuk menemukan amanat, kita harus membacanya hingga tuntas.

g.       Gaya bahasa
Penggunaan bahasa berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana persuasif serta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan dan interaksi antartokoh. Bahasa dapat menimbulkan suasana yang tepat guna bagi adegan yang seram, cinta, peperangan, harapan, atau keputusan.


2.       PENGARUH BUDAYA DALAM NOVEL
Pengaruh budaya merupakan unsur ekstrinsik di samping latar belakang pengarangnya. Novel tidak dapat lepas dari pengaruh adat dan kebiasaan masyarakat. Budaya suatu masyarakat akan tergambar di dalamnya.
Tema suatu novel dipengaruhi oleh kebudayan tempat dan zamannya. Novel-novel yang lahir sebelum kemerdekaan menceritakan lebih banyak persoalan adat. Sementara itu novel-novel pada zaman kemerdekaan menceritakan masalah kebebasan. Sekarang pada era reformasi, menceritakan kecenderungan masalah sosial, materialisme, dan Hak Asasi Manusia (HAM).
3.       MEMAHAMI NOVEL-NOVEL TAHUN ’20-’30AN

Novel  tidak dapat lepas dari kehidupan zamannya. Adat, kebiasaan serta pola kehidupan lainnya sedikit banyak akan tergambar di dalamnya. Adat dan kebiasaan merupakan salah satu unsur ekstrinsik suatu karya sastra. Unsur tersebut akan tampak pada kebiasaan para tokoh, tema atau penggambaran latar. Novel-novel yang lahir pada zaman ’20-‘30an, misalnya lebih banyak bercerita tentang kawin paksa dan berbagai budaya feodal. Sementara itu pada zaman kemerdekaan karya-karyanya lebih mempersoalkan kehidupan yang bersifat pemberontakan atau indivualisme sosial. Kini budaya materialism banyak mempengaruhi karya-karya modern.
Novel tahun 1920-1930’an termasuk sastra modern alasannya sebagai berikut.
1.       Temanya tentang kehidupan sehari-hari. Misalnya tentang adat, pekerjaan, dan persoalan rumah tangga.
2.       Pendapat pengaruh kesusastraan. Misalnya pada novel Siti Nurbaya yang bertokohkan Samsul Bakhri atau Letnan Mas sebagai serdadu Belanda.
Karya sastra yang lahir pada periode 1920-1930’an sering disebut sebagai karya sastra Angkatan Dua Puluhan atau Angkatan Balai Pustaka . Sebab novel yang pertama kali terbit adalah pada tahun 1920 dan banyak diterbitkan oleh penerbit Balai Pustaka. Selain disebut sebagai Angkatan Dua Puluhan atau Angkatan Balai Pustaka, karya sastra periode ini disebut dengan Angkatan Siti Nurbaya karena novel Siti Nurbaya merupakan novel yang paling laris yang digemari oleh masyarakat karangan Marah Rusli.
Balai pustaka didirikan pada tahun 1917. Pemimpinnya Dr. Rinkes dibantu oleh Dr. Hidding dan Dr. Drewes. Syarat buku yang dapat diterbitkan oleh Balai Pustaka sebagai berikut.
-          Isinya harus bersifat mendidik.
-          Tidak boleh memihak agama tertentu dan tidak boleh memecah belah masyarakat.
-          Tidak boleh berpolitik dan menghasut.





4.       MENGANALISI NOVEL TERJEMAHAN

Membandingkan dua novel yang berasal dari budaya yang berbeda tentu sangat menarik. Setidaknya kita dapat memperoleh wawasan tentang berbagai cara penyajian novel disamping pengetahuan tentang sikap atau nilai kehidupan yang berlaku dalam bangsa lain.
Setiap masyarakat Indonesia memiliki budaya yang berbeda-beda antara lain, Amerika, Tiongkok, Arab, Inggris, dan lain-lain. Perbedaan-perbedaan tersebut terdapat pada bahasa, adat istiadat serta budayanya.

5.       MENULIS NOVEL YANG BERSUMBER DARI FILM

a.       Menentukan film dan topik yang baik.
Penulis yang baika dalah orang yang dapat menjadikan topik yang sederhana dan tidak begitu berarti menjadi suatu karya yang menarik dan bermanfaat bagi pembacanya.

b.      Mempertimbangkan pembaca dengan baik.
Pembaca sangatlah beragam berdasarkan usia ada pembaca anak-anak, remaja, dan dewasa. Belum lagi mempertimbangkan profesi, jenis kelamin, hobi, pendidikan, dan sebagainya. Namun, yang paling mudah dan lazim dipertimbangkan adalah faktor usia.
Faktor usia pembaca akan berpengaruh pada pemilihan topik dan gaya penyajian bahasanya. Topik novel untuk anak-anak berkenaan dengan permainansekolah, persahabatan dan petualangan. Sementara itu novel untuk remaja berkenaan dengan persahabatan dan percintaan, sedangkan novel dewasa berkenaan dengan permasalahan keluarga, perjuangan, dan falsafah kehidupan.
Usia pembaca juga berpengaruh pada gaya bahasa yang harus kita gunakan dalam cerpen.
a.)    Novel anak-anak menggunakan pilihan kata yang sederhana dan kalimat yang pendek.
b.)    Novel remaja cukup kompleks (pilihan kata dan kalimatnya).  Sering pula muncul kata prokem (bahasa gaul) di dalamnya.
c.)     Novel dewasa lebih kompleks. Banyak digunakan istilah yang memerlukan penalaran yang lebih tinggi (bergaya filsafat).

c.       Menulis dengan emosi.
Unsur emosi memang penting dalam menulis novel atau karya sastra lainnya.Kata-kata yang tidak mampu membangkitkan suasana emosi sering membuat karangan itu terasa hambar dan tidak menarik. Namun, kata-kata tersebut tidak harus dibuat-buat melainkan mengalir apa adanya. Dengan begitu, akan terciptalah sebuah karya yang segar, menarik dan alamiah. Memilih kata-kata memerlukan kreativitas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI CORONA

CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...