Rabu, 15 Februari 2017

Menyunting dengan Memperhatikan Kaidah Bahasa Indonesia Baku


B. Menyunting dengan Memperhatikan Kaidah Bahasa Indonesia Baku

Menurut KBBi ,menyunting adalah menyiapkan naskah siap atau siapterbit dengan memperhatikan segi sistematika, penyajian, isi, dan bahasa (Menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat). Menyunting diistilahkan pula dengan mengedit. Tulisan berkaitan dengan 3 aspek, yakni  : (1) Sistematika penyajian, (2) Isi tulisan, dan (3) Bahasa nya. Adapun berkenaan  dengan bahasanya, aspek-aspek yang harus kita sunting meliputi (a) Ejaan, (b) diksi, dan (c) Struktur kalimatnya.
1.    kata, terkait masalah kata baku, kata dasar, kata urutan, kata turunan, serta jenis-jenisnya. Pemahaman tentang masalah-masalah tersebut sangat penting ketika kita harus menentukan kata yang benar dan tidak benar dalam penggunaannya.
Perhatikan cuplikan berikut.
       Kali ini tulap berfikir untuk menahan serangan. Abo memulai serangannya terhadap Tulap, namu kasihan Tulap si raksasa hutan itu. Ia terpelanting jauh keatas pohon dan menggelepar-menggelepar tak berdaya.
Dengan mempelajari kata dengan aneka bentuk dan kaidahnya, kita menjadi tahu bahwa kata bercetak miring pada cuplikan diatas tidaklah benar. Penggunaan kata-kata itu tidak benar karena menyalahi kaidah.
Salah
Benar
Menggelepar-menggelepar
Menggelepar-gelepar
Ber daya
Berdaya

2.    Kalimat, terkait dengan masalah unsur-unsur kalimat beserta jenis-jenisnya. Dengan memahami masalah-masalah tersebut, kita bisa memperbaiki kalimat-kalimat yang strukturnya salah, ambigu, ataupun yang tidak relatif.
Perhatikan contoh-contoh berikut.
a.     Bu Guru Ani pandai menyanyi.
b.    Di sekolah juga mengadakan upacara peringatan sumpah pemuda.
c.     Kita sebagai orang beriman, kita wajib menghormati orang tua di mana telah membesarkan kita.
Ketiga contoh tersebut merupakan kalimat yang tidak baik. Maksudnya pun tidak jelas. Dengan mempelajari tata bahasa baku, kita menjadi tahu penyebab kesalahan-kesalahannya itu.
1)    Kalimat (a) tidak jelas hubungan anatara bagian-bagiannya. Oleh karena itu, perlu dipertegas  dengan pembubuhan tanda koma pada kalimat itu, misalnya, seperti berikut.
a)    Bu, Guru Ani pandai menyanyi.
b)     Bu Guru, Ani pandai menyanyi.
2)    Kalimat (b) tidaklah lengkap karena tidak memiliki subjek. Kalimat itu tidak memiliki kejelasan tentang pelaku yang mengadakan upacara. Perbaikan adalah sebagai berikut.
Di sekolah, kami juga mengadakan upacara peringatan Sumpah Pemuda
3)    Kalimat (c) menggunakan kata secara berlebihan; maksudnya bertele – tele. Pembaca menjadi sulit untuk memahaminya. Oleh karena itu, kalimat tersebut perlu disederhanakan dengan membuang beberapa kata di antaranya. Perbaikan kalimat itu adalah sebagai berikut.
Sebagai orang beriman, kita wajib menghormati orang tua yang telah membesarkan kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI CORONA

CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...