Senin, 23 November 2015

Cerpen Kelas X Lintas Minat Bahasa Indonesia Sekolah Sugar Group


GORENGAN MEMBAWA BERKAH
“Teng teng teng” suara lonceng terdengar, nampak sekolah sudah mulai sepi. Rombongan Danu pun, mulai menaiki motor gerandongnya. Anggota gengnya terdiri dari Dul, Adi, dan Qodir.  Danu adalah salah satu murid ternakal yang ada di sekolahnya. Hal ini dipicu karena dia adalah anak dari kepala sekolah di tempatnya. Danu  memiliki musuh bebuyutan yang  bernama Reza, karena dia adalah murid terpintar yang ada disekolahnya, sehingga guru-guru serta teman-temannya banyak yang menyukainya. Akibatnya, Danu merasa iri dengan Reza. Walaupun dari segi ekonomi Reza dalam keadaan yang susah tapi, dia tidak pernah putus asa karena dia percaya bahwa dibalik kesusahan pasti ada kemudahan. Awalnya,  Reza adalah orang kaya karena orang tuanya bekerja sebagai kepala sekolah di sekolahnya, tapi semenjak kecelakaan mobil yang terjadi 5 tahun lalu membuat orang tuanya meninggal. Hingga pada akhirnya ayahnya si Danu diangkat menjadi kepala sekolah untuk menggantikan ayah Reza. Setelah sepeninggalan ayahnya, kini Reza tinggal bersama neneknya. Ya, benar saja karena Reza adalah anak tunggal sehingga mau tidak mau Reza harus tinggal bersama neneknya.

2 tahun telah berlalu, kini Reza sudah menduduki kelas 9 SMP. Biasanya, disekolahnya murid kelas 9 di wajibkan untuk mengikuti study tour. Sehingga, banyak murid kelas 9 sangat antusias dengan diadakannya study tour ini. Tetapi, berbeda dengan Reza , bagi Reza kegiatan study tour ini tidak penting. Yang terpenting bagi dirinya adalah bisa menyembuhkan penyakit yang diderita oleh neneknya yang sudah renta. Sudah 1 tahun terakhir ini, nenek Reza mengidap penyakit jantung. Terkadang ketika sakit neneknya sedang kambuh, dia harus membawa sang nenek kerumah sakit. Untuk membawa neneknya kerumah sakit, Reza harus membayar biaya administrasi nya dengan menggunakan uang tabungannya. Uang tabungan yang dimiliki oleh Reza adalah uang yang di kumpulkan setelah ia selesai berjualan gorengan. Biasanya, Reza menjajakan gorengan  di sekolahnya. Awalnya pihak sekolah tidak memperbolehkan siapa pun berjualan disekitar sekolah. Tetapi, pihak sekolah akhirnya memperbolehkan Reza berjualan disekolah. Hal ini disebabkan, pihak sekolah merasa iba kepada Reza karena dia harus menafkahi neneknya apalagi saat ini neneknya sedang sakit. Biasanya, dalam sehari Reza bisa mendapatkan uang sekitar Rp.25.000 itupun ketika gorengannya laku semua.
Suatu hari ketika pulang sekolah, saat itu gorengan yang ia bawa tidak habis. Sehingga Reza merasa takut, tetapi yang ia takuti bukan apa-apa melainkan yang ia takuti ialah, takut neneknya bersedih. Sesampainya dipertigaan jalan, dia dihadang oleh rombongan Danu dengan menggunakan motor gerandongnya. Sedangkan,Reza hanya menggunakan sepeda peninggalan ayahnya.
“Bawa sini uangnya.” kata Danu.
“Jangan! ini uang hasil jualanku.”sahut Reza.
“Cepet bawa sini. Kalau tidak aku injak-injak gorenganmu ini.”kata Danu lagi.
Belum sempat menjawab, gorengan yang ia bawa langsung diambil Danu lalu dijatuhkan dijalan dan diinjak-injak dengan menaiki motor gerandongnya. Reza pun menangis, karena seandainya gorengannya tidak habis biasanya dia makan bersama neneknya untuk lauk makannya.

            Matahari muncul dari peraduannya, Reza langsung bangun lalu mandi dan shalat. Walaupun dengan keadaan yang susah, ia tidak pernah meninggalkan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah. Karena ini adalah pesan dari  kedua orang tuanya sebelummeningga, agar tidak pernah meninggalkan shalat. Itulah kata-kata yang sering terlontar oleh kedua orangtuanya sehingga dia tidak mau mengecewakan orang tuanya walaupun orang tuannya sudah tiada. Setelah shalat dan lainnya, ia pun langsung bergegas menuju kesekolah dan tidak lupa untuk mencium tangan sang nenek dan membawa gorengannya.

Sudah hampir pertengahan semester, para murid kelas 9 harus melunasi biaya administrasi study tour sebesar Rp. 2.000.000. Bagi semua orang itu adalah uang yang cukup murah tetapi, bagi Reza itu adalah uang yang sangat banyak sehingga, ia tidak mampu membayar administrasi study tour itu. Apalagi, saat ini neneknya sedang berada di rumah sakit karena penyakit jantung yang diderita sedang kambuh. Reza pun, harus bisa memilih antara study tour dan neneknya. Tetapi, Reza lebih memilih untuk mengobati sang nenek di rumah sakit, walaupun dari pihak sekolah dia sudah sering dipanggil ke kantor untuk segera melunasi biaya administrasi tersebut.
Seminggu sebelum study tour sekolahnya mengadakan pesta peringatan  ulang tahun sekolah yang ke-15. Reza pun, diminta untuk membuatkan gorengan sebanyak 500 biji. Reza pun harus begadang selama 2 hari untuk menyelesaikan 500 gorengan itu. Tetapi, dia senang karena baru pertama kalinya dia diminta untuk membuatkan gorengan sebanyak ini. Acara pun dimulai, disana ada banyak kepala sekolah dari sekolah lain yang datang menghadiri acara itu. Dia merasa senang , ketika kepala sekolah tersebut banyak yang menyukai gorengannya. Salah satu guru dari sekolah lain pun bertanya kepada kepala sekolahku.
“Pak, ini gorengannya beli dimana kok rasanya enak sekali ?” kata guru itu.
“Oo...ini saya belinya sama murid saya, saya merasa iba padanya karena dia harus membanting tulang sendiri, untuk menghidupi dirinya sendiri dan neneknya” jawab pak kepala sekolah.
“Kasihan sekali anak itu” timpa guru tadi.
“Iya, karena setelah kedua orangtuanya meninggal, ia harus mencari nafkah sendiri, lagipula ayahnya dulu adalah seorang kepala sekolah di SMP ini jadi saya mengenalnya”jelas pak kepala sekolah.
“Oo...jadi dia anaknya Alm.pak subadyo”balas guru tadi.
“Iya benar,terkadang saya merasa kasihan sama Reza apalagi tahun ini, dia tidak bisa mengikuti kegiatan study tour walaupun sudah banyak guru yang memaksanya tetapi ia tidak mau, karena dia tidak memiliki biaya”jelas pak kepsek.
“Begini saja, nanti saya akan bayarkan semua administrasi untuk study tour”kata guru tadi.
“Reza kesini, nak”kata pak kepsek
“iya pak. Ada apa?”balas Reza
“Begini nak, disebelah bapak ada bu guru yang sangat menyukai gorengan mu, jadi dia ingin membayar semua nya dengan harga Rp.2.000.000 tetapi uang yang kamu dapat itu harus kamu gunakan untuk biaya study tour”jelas pak kepsek
“iya pak”timpal Reza dengan anggukan kepalanya.
Reza berjalan dengan senyum sumringahnya sambil menghampiri guru tersebut.
“Terima kasih bu,maaf sebelumnyamengapa ibu kasihkan kepada saya”kata Reza
“Sama-sama nak, mungkin ini bentuk balas budi saya dengan ayahmu, karena ayah kamu dulu telahmembantu saya, saat saya sedang mengalami kesusahan”jelas bu guru.

Study tour para murid kelas 9 pun, akan segera diberangkatkan. Reza pun tak lupa untuk mencium tangan sang nenek yang sedang mengantarnya. Senyum Reza pun tak pernah menghilang dibibirnya.


TAMATJ
CREATED BY NISA AULIA HIDAYAH
X SCI B








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI CORONA

CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...