Senin, 23 November 2015

Cerpen Kelas X Lintas Minat Bahasa Indonesia Sekolah Sugar Group


“Tak Seperti Putri Salju”
     Setiap ku toreh kisah ku dalam lembar diary ini, itu artinya masa hidupku tak lagi panjang, semakin banyak lembaran yang terisi maka semakin habislah lembaran yang kosong dan begitulah hidupku, persis seperti lembaran yang masih kosong, begitu sedikit dan singkat.. aku tak ingin dimasa masa terakhir dalam hidupku ini, aku harus membuat orang lain kecewa, aku ingin semua orang merasakan hangatnya suasana ketika aku hadir di dalamnya.. Meski umurku tak lagi panjang, aku meminta permintaan untuk yang terakhir kali, aku minta agar aku segera menemukan sosok orang yang sangat menyayangi aku dalam sisa hidupku, dan aku ingin melihatnya bahagia meski suatu saat aku harus pergi. aku mohon dengan segala kehendakMu Tuhan… aku tak menuntut apapun, aku hanya ingin bisa merasakan semua itu di sisa hidupku yang hanya tinggal beberapa bulan ini.
 ****
     Malam seusai aku berkutat dan merenung di depan diaryku aku tak buru-buru tidur, malam begitu larut sementara aku masih terjaga diatas tempat tidurku, sambil mataku terus menatap monitor ponsel yang begitu terang, tiba-tiba mamahku mengagetkanku dari balik pintu kamarku yang sudah gelap.
 “ Icha, kamu belum tidur? ini udah malem banget loh Icha, besok kamu terlambat ke sekolah…” ucap mamahku.
 “ Icha gak mau tidur mah…” ucapku sembari menyembunyikan kepalaku di tumpukan bantal. “kenapa Icha, kamu gak liat? ini udah hampir tengah malam, dan besok… besok kelas kamu akan ada out bond dari sekolah kan? kalo kamu gak tidur mood kamu besok akan drop Icha.” kata mamahku.
KALO AKU TIDUR, AKU TAKUT KALO ESOK AKU UDAH GAK BISA BANGUN LAGI MAHH.. mamah kok gak pernah bisa ngertiin Icha sih mah?” ucapku sembari terus memeluk guling dan membanjirinya dengan titik-titik air mata yang perlahan mengenai sarung bantalku.
 “Icha, kamu jangan ngomong gitu sayang… semua akan baik-baik aja, kalau begitu, sekarang kamu tidur dan mamah akan terus ada disampingmu, jadi nanti kalau ada malaikat maut mengajakmu pergi, mamah akan usir dia dan bilang kepadanya kalau Icha anak mamah yang paling cantik masih memiliki banyak harapan yang belum tercapai dan seketika pasti malaikat itu akan pergi dari sini dan menjauhimu… percaya Icha…” ucap mamahku menenangkan.
huhhhh apapun itu sebenernya aku tak percaya, tapi karena mataku sudah tak mampu lagi menatap langit-langit kamar, akhirnya mataku menutup pelan dan terpejam, aku tak mengingat apapun setelah itu.



****
Pagi-pagi sekitar pukul 05.30 mamahku menggoyang-goyang tubuhku, namun aku tak merasakan apapun, mamah khawatir kalau-kalau aku benar tak bangun lagi saat itu, berbagai cara untuk mengejutkanku agar terbangun sia-sia, aku begitu lelah, mataku serasa enggan untuk membuka, namun ketika aku tersadar dan bangun aku melihat mamahku menangis di hadapanku lalu ia memelukku begitu erat seolah ia tak mau terpisah dariku. Aku yang tak tau apapun hanya cengo melihat mamah yang sudah membanjiri pundakku dengan kristal beningnya. “Mamah kenapa?” tanyaku polos.
 Mamah takut kalau kamu benar-benar gak akan bangun lagi… hiks hiks hiks…” kata mamah terisak.
Siapa yang gak bisa bangun? udah jelas-jelas aku sekarang lagi ngomong didepan mamah…” jawabku sambil tersenyum tipis.
 Mamah inget kata-kata kamu semalem Icha…” ucapnya. Kata-kata? semalem? astaga aku bener-bener gak inget semalem aku ngomong apa ke mamahku ini sampai-sampai sekarang mamah nangis di hadapan aku saat ini.
Maafin icha, mamah kan tau kalau icha udah drop banget, ucapan Icha suka ngelantur mah. jarum jam sudah berhimpit diangka 7, itu tandanya aku harus cepat-cepat tancap gas ke sekolah. “mah, Icha berangkat!!” seruku dari ruang makan.
 ****   
       Langsung aku bergegas menggoes sepedah yang ku kendarai... Kegiatan sekolah pun berlangsung, dan tepat pukul 04.00 sore, aku mengikuti kegiatan out bond yang sering diadakan di sekolah.. Aku sangat menikmati kegiatan tersebut, walau melelahkan tapi sangat menyenangkan.. Tapi, tiba-tiba ku merasa pusing sekali.. Dan keluar darah di lubang hidungku.. aku semakin tak kuasa menahan beban tubuhku, aku seketika ambruk di tempat itu juga, samar-samar sebelum aku benar-benar pingsan aku melihat sosok pria lalu menggendongku ke clinic. Setelah aku sadar di sampingku sudah ada orang-orang yang begitu sayang padaku, ada ify, dan sivia.
“Icha, kamu gak apa-apa kan?” tanya ify yang sedari tadi memegangi tanganku.
 Engga apa-apa kok fy, aku baik.” balasku. aku berkata seperti ini karena aku gak mau mereka khawatir.
“Icha, kamu tau gak siapa orang yang bawa kamu ke sini?” tanya ify.
Engga fy, emang siapa?” tanyaku polos.
 Kakak kelas si, aku kurang tau siapa nama nya. pokoknya cowo yang gak pernah di gosipin orang-orang sih. Dia itu mantan mu” ucap ify “haah, aku tak percaya.” Mana mungkin.. Tapi entahlah, aku masih ragu. Dan ku putuskan untuk pulang ke rumah. Sampai di rumah, aku rebahan dan mencoba mengingat-ingat lagi wajah pria itu. Nihil! aku sama sekali tak ingat!
****
      Malam harinya, dikamar kepalaku kembali sakit seakan memberontak, tubuhku lemas dan aku sangat ingin merasa terbaring di tempat tidurku, namun aku kembali takut akan maut ku. aku takut kalau aku akan meninggalkan semuanya.
BLIPPPP…BLIPPP… ponselku berdering sebuah pesan dari nomor tak dikenal mendarat di screen ku. aku tak semangat untuk membukanya namun ketika aku membaca kata demi katanya aku tersentuh…
“Hay Icha… selamat malam, jam segini udah tidur ya?
From : Faitur.
Aku dengan semangat langsung mereply pesan itu. dan terjadi beberapa percakapan. Dan dia pun menelpon sampai aku terdiam malam itu karena aku udah ngantuk, dan terbaring indah di atas tempat tidur. Dan saat itu kak Faitur mematikan telfonnya. *phone off* aku terdiam malam itu karena aku udah ngantuk, dan terbaring indah di atas tempat tidur. dan saat itu kak Faitur mematikan telfonnya.
Esok harinya, aku terbangun pagi buta. Aku siap-siap untuk berangkat ke sekolah. yap! aku semakin bersemangat untuk pergi ke sekolah, apalagi untuk bertemu kak Faitur.
****
     Hari demi hari kita semakin dekat, tapi suatu hari aku harus di rawat untuk transfusi darah karena penyakit ku, ya.. anemia! penyakit yang membuat ku takut dengan tidur. Saat semua teman ku menjenguk ku, kak Faitur pun ikut menjenguk ku.. Dia mengenggam tanganku, memberikan support kepadaku, aku sangat merasa nyaman di dekatnya, tapi tiba-tiba seorang cewe mungil tersebut datang dan mencaci-maki aku.. Saat ada kak Lia dateng, pikiranku langsung tersentak, aku gak tau harus berbuat apa, rasanya jalanku untuk bisa bersama kak Faitur bener-bener udah usai dan gak akan bisa seperti hari-hari lalu lagi.
Dan ternyata kak Faitur sudah mempunyai kekasih.. Rasa nya kepala ku sangat sakit, di selingi isak tangis yang mengalir di pipi.
 Kamu kenapa Icha?” tanya Faitur. “Pusing kak…” ucapku. dengan rasa cemas ia menggenggam tangan ku erat, aku merasakan semuanya, aku mendengar isakan tangisnya, aku tau seberapa cepat jantungnya berdebar, aku tau seberapa khawatirnya ia melihatku seperti ini, tiba tiba aku kembali melihat setitik cahaya yang dulu kecil, sekarang berubah menjadi sebuah lingkaran 3 dimensi yang penuh asap wangi disekelilingnya, mungkinkah ini surga? begitu dekat? apa mungkin ini saatnya? saat aku harus meninggalkan semuanya? aku menangis dalam alam bawah sadarku, dan air mataku keluar di alam sadar.
****
     Aku merasa seseorang menghapus semua lukaku, mungkin itu Faitur, kenapa aku tak bisa terbangun? mengapa mata ini sulit untuk membuka? apa jalanku sudah usai? apa aku sudah jauh dari dunia nyata? apa aku sudah ada di surga? beberapa menit akhirnya aku tersadar aku tersenyum melihat semua orang disekelilingku, ada ify, sivia, mamah, papah dan juga Faitur, satu persatu dari mereka mnggenggam tanganku. “Icha sayang kalian semua, dan kamu Faitur” ucapku. setelah aku mengucapkan kata itu, aku merasa sekujur tubuhku dingin dan bergetar, aku tak lagi merasakan sakit, justru yang aku rasakan itu adalah damai… dan semua orang menangis akan kepergian Icha. Icha pergi dengan kata terakhirnya “Icha sayang kalian semua, dan kamu Faitur.
Ciuman hangat Faitur mendarat tepat di bibir Icha yang dingin membeku itu. “maafin aku Icha, aku lancang udah cium kamu, aku tau kisah ini tak seindah putri salju yang ketika aku menciumu lalu kau dapat terbangun kembali, namun kita hanyalah manusia biasa, maka biarlah aku mendaratkan ciuman tadi pada ragamu yang sudah tak bernyawa ini Icha, i’m always love you… Kamu akan tetap jadi little princessku untuk selamanya…” ucap Faitur tetap dengan gaya calmnya. Dan dilihatnya raga Icha yang sudah tak bernyawa itu tersenyum, senyuman itu adalah senyuman terakhir bagi Faitur..

________The End________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI CORONA

CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...