Senin, 23 November 2015

Cerpen Kelas X Lintas Minat Bahasa Indonesia Sekolah Sugar Group


Sahabat


Gubraakkk!!
Huuh, cape seharian sekolah. Nama gue Tasya sering dipanggil Caca. Gue punya sahabat nama Eza dan Cinta. Dan gue punya Teman yang kurang senang sama gue namanya Mikha, dia gak suka lihat gue bahagia sama sahabat-sahabat gue.

“Neng nong neng nong”
“Hallo”
“Ca, lo di rumah gak? Gue sama cinta ke sana ya?”
“Iya gue di rumah, sip gue tunggu!”
Beberapa menit kemudian.
“Caca”
“Ya, bentar,”
“Ca, gue ada berita penting nih! lo pasti kaget”
“Apaan?”
“Azel suka sama lo ca?”
“Serius lo za? Dari siapa lo tahu”
“Iya ca! kapan pula gue bohong sama lo! dari Azelnya langsung”
“Yeee!!! Asyik”
“Biasa aja kali ca,”
“loh, kok lo sewot Cinta?”
“Gak kok biasa aja gue!”
“Udah-udah! Gue cuma mau bilang itu aja, gue pulang dulu ya, yuk cinta”
“Oke, thanks guys”

Tasya langsung pergi ke kamar sambil main laptop, lalu ia buka twitter dan langsung ngetwit “Yee!!! Thank’s god! I’ll be not single! Hoho” Saat Mikha melihat twitt Tasya, dia merasa senang, karena rencananya dengan Azel berjalan dengan lancar.
Paginya

“Maa, pa, ca pergi duluan ya, muaah”
“gak sarapan dulu sayang,”
“gak ma, nanti aja di sekolah”
“Hati-hati”
“Ya maa.”

Sampainya di sekolah Eza dan Cinta udah nunggu Tasya.

“Kok baru nyampe ca?” Tanya Eza.
“Telat bangun za”

“Oh, gitu”
Lalu datanglah Azel dan menegur Tasya.

“Pagi ca”
“Pagi zel”
“Kelas yuk?” Ajak Azel.
“Oke, guys gue duluan ya”

Tasya dan Azel berlalu, Cinta yang ternyata suka dengan Azel sedikit jealous dan marah-marah.

“Tuh lihat kan teman lo yang satu tu, udah dapat pacar kita ditinggalin”
“Cinta lo kok marah-marah gitu sih?”
“Tahu ah, gue pergi ke kelas gue aja! Males”
“Terserah lo deh”

Saat itu persahabatnya pun agak sedikit merenggang, Tasya Yang lebih mentingin Azel dan mengabaikan Eza dan Cinta. Di sisi lain Cinta merasa cemburu. Saat melihat semuanya seperti ini, Mikha sangat merasa senang.

“Good job dear” Mikha tertawa lepas.
“Iya dong dear, siapa dulu Azel gitu! buat dear apapun bisa zel lakuin”

Ketika Mikha dan Azel berbincang-berbincang terdengarlah oleh Julio, teman sekelas Cinta, Julio pun menceritakannya ke Cinta, dan Cinta pun Ingin menceritakannya ke Tasya dan Eza, dia gak mau sahabatnya tersakiti. Pulang sekolah Cinta pun Menyuruh Tasya dan Eza buat berkumpul di aula, untuk menyelesaikan masalah ini.

“Ada apa cin?” Tanya Tasya sambil mainin gadgetnya.
“lo bisa gak caa! gak mainin BB lo! Kita lagi ngumpul, kok lo sibuk sendiri gitu sih ca! lo gak ingat kita lagi!”

Cinta pun marah melihat tingkah Tasya.

“lo kenapa sih cin!! lo gak suka lihat gue sama Azel! Lo kurang senang sama gue! Bilang dong bukan gini caranya” Tasya pun membangkang.
“Bukan ca, Azel tuh gak suka sama lo, dia tuh cuma disuruh sama Mikha ca, dia aja pacaran sama Mikha ca!!”
“Eh cin, lo kenapa sih, gak senang lihat Tasya sama Azel! Kok lo jelek-jelekin Azel gitu sih cin, emang bener kok Azel suka sama Tasya!” Eza pun mulai marah.

Lalu datanglah teman Julio.

“Siapa bilang Azel suka sama Tasya? dia tuh hanya disuruh sama Mikha, buat ngancurin persahabatan kalian, kalian tahu kan, Mikha gak suka sama geng kalian, makanya dia nyuruh Azel buat deketin Tasya dan pura-pura pacaran sama Tasya, aku denger sendiri Mereka bilang gitu! Kalian terlalu bodoh, jika hanya karena pacaran yang membuat persahabatan kalian rusak kalian tidak akan tahu apa itu arti sahabat.”

Dan Tasya pun diam sejenak, dia segera menelepon Azel.
“Hallo zel”
“Iya aca cantiik”
“Jangan banyak bacot deh! Puas lo buat persahabat gue hancur? Kita putus”
“Ha.. haalloo?””
Tit.. tit.. tit..
“Cinta, gue minta maaf ya cin, gue gak maksud gini” Tasya pun menangis.
“Iya caa, gue tahu, maafin gue juga ya ca”
Dan akhirnya Tasya, Eza, dan Cinta menjadi sahabat kembali lagi.

by: Della Najunda K.S/ X Sci D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUISI CORONA

CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...