Senin, 22 Agustus 2016

Prosa Baru


Prosa Baru adalah teks prosa yang berkembang setelah mendapat pengaruh sastra atau Budaya Barat.Prosa ini cenderung lebih dinais dan beraga, baik itu dala hal tema, latar, penokohan, alur, dan unsur-unsur lainnya.Pada umumnya, Prosa Baru dikenal pengarangnya, tidak anonym lagi.Bentuk-bentuk Prosa Baru.

a.      Roman
Roman adalah Prosa Baru yang mengisahkan kehidupan tokoh utamanya dengan segala suka dukanya.Tokoh utamnya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh.Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut.

1)      Roman Bertendensi, yaitu roman yang bertujuan menanamkan maksud-maksud tertentu, mengandung pandangan hidup yang dapat di petik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh Layar Terkembang karangan Sultan Takdir Aliansyahbana dan Darah Muda Karangan Adinegoro

2)      Roman Sosial, adalah roman yang meberikan gambaran keadaan suatu kelompok masyarakat. Hal yang di lukiskan umumnya mengenai keburuan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contohnya Sengsara Membawa Nikmat karangan Tulis St. Sati, Nerka Dunia Karangan Adinegoro.
                               
3)      Roman Sejarah, adalah roman berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dala sejarah. Contohnya Hulubalang Raja karangan Nur St. Iskandar dan Tambera karangan Utuy Tatang Sontani.

4)      Roman Psikologis adalah roman yang menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contohnya Atheis karangan Achdiat Kartamiharja dan Katak Hendak Menjadi Lembu karangan Nur St. Iskandar.


5)      Roman Detektif merupakan roman yang berkaitan dengan kriminalitas. Karakter yang sering menjadi tokoh utamanya adalah seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contohnya Mencari Pencuri Anak Perawan karangan Suman HS dan Kasih Tak Terlerai karangan Suman HS.


b.      Novel
Novel berasal dari bahasa Italia, yaitu novella yang berarti “berita”. Novel merupakan Prosa Baru. Novel menceritakan sebagian kehidupan tokoh utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik sehingga menimbulkan perubahan nasib pada tokoh utamanya. Misalnya, dari kehidupan susah menjadi senang, dari lanjang kemudian berumah tangga atau sebaliknya. Contohnya Hujan karangan Tereliye, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karangan Tereliye, Matahari karangan Tereliye, Rindu karangan Tereliye, Pulang karangan Tereliye dan Moga Bunda di Sayang Allah karangan Tereliye.


c.       Cerpen
Cerpen adalah prosa yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan tokoh utamanya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikain, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Contohnya Radio Masyarakat karangan Rosihan Anwar dan Bola Lampu karangan Asrul Sani.


d.      Riwayat
Riwayat adalah prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup seseorang (biografi) ataupun pengarang itu sendiri (otobiografi), sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contohnya Biografi B.J. Habibie.
 

e.      Kritik
Kritik adalah prosa yang membahas baik buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tertentu secara mendalam.Kritik tersaji secara objektif berdasarkan kriteria ataupun sudut pandang (keilmuan) tertentu.Contohnya Jurnal Kritik karangan beberapa sastrawan ternama seperti Jamal D. Rahman dan Abdul Hadi W. M.
 

f.        Resensi
Resensi adalah prosa yang mengulas suatu karya (buku,film dan drama). Isinya bersifat informative berkaitan dengan keunggulan dan kelemahan suatu karya sehingga pembaca terdorong untuk turut menikmati karya tersebut.


g.      Esai
Esai adalah prosa yang membahas suatu asalah tertentu secara sepintas berdasarkan pandangan pribadi penulisnya.Isinya bisa berupa hikmah kehidupan, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena social, politik, pementasan drama, film dan lainnya enurut pendapat pribadi penulisnya.Esai cenderung bersifat subjektif.Hal itu ditandai dengan penggunaan kata “saya” atau”aku” untuk penyebutan penulisanya itu sendiri.

h.      Artikel
Artikel adalah prosa yang di muat di edia massa. Pada umunya berupa pembahasan tentang peristiwa-peristiwa actual yang terjadi di masyarakat.



Prosa Lama


Prosa Lamamerupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh Budaya Barat. Prosa Lamadisampaikan secara lisan, dari orang ke orang. Fungsinya sebagai sara hiburan dan media pendidikan. Prosa ini di sampaikan sebagai pengantar tidur dan pelengkap upacara-upacara adat serta acara-acara seremonial.
            Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia, masyarakat menjadi akrab dengan tulisan. Bentuk tulisan prosa pun mulai banyak dikenal, yaitu

a.      Hikayat 
Hikayat berasal dari India sekaligus Arab. Prosa ini berisi cerita kehidupan para dewi,peri,pangeran,putri kerajaaan serta raja. Di dalamnya, banyak dikisahkan kekuatan gaib, kesaktian dan kekuatan luar biasa yang dimiliki tokoh.Kisah ini tentu tidak masuk akal.Hikayat juga bisa mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah.


b.      Sejarah
Sejarah (tambo) adalah Prosa Lamayang ceritanya bersumber dari peristiwa sejarah. Beberapa bagian ceritanya bisa dibuktikan dalam kehidupan nyata.Selain peristiwa sejarah, tambo sering mengungkapkan silsilah raja-raja.Contoh cerita sejarah adalah Sejarah Melayu karya Datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang, tahun 1612.

c.       Kisah
Kisah adalah prosa tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang ke suatu tempat yang jauh.Contohnya adalah Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan dan Kisah Abdullah ke Jedah.
               
d.      Dongeng
Dongeng adalah prosa yang berdasarkan khayalan dan tidak mungkin terjadi dalam khayalan dan tidak mungkin terjadi dalam kenyataan.Dalam dongeng, biasanya terdapat tokoh yang dapat menghilang, berubah wujud, dan hal-hal yang tidak rasional lainnya.Isi dongeng sangat beragam, yakni ada yang berupa fable, mite, legenda, saga, parabel, cerita jenaka, dan cerita berbingkai.

1)      Fabel adalah prosa yang bertokohkan binatang. Didalamnya, sering di gambarkan pengajaran moral. Contohnya Kancil dengan Buaya, Kelinci dan Jerapah, Kelinci dan Kura-Kura.
 
2)      Mite (mitos) adalah prosa yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib. Contohnya Kisah Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, dongeng tentang gerhana, dongeng tentang terjadinya padi, dan harimau jadi-jadian.
 
3)      Legenda adalah prosa yang mengisahkan riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah. Contohnya Legenda Banyuwangi, Legenda Ikan Patin dan Tangkuban Perahu.

4)      Saga adalah prosa yang berhubungan dengan sejarah dan menceritakan keberanian, kepahlawanan, serta kesaktian dan keajaiban seseorang. Contohnya Calon Arang dan Ciung Wanara.

5)      Parabel adalah prosa yang menggambarkan sikap moralatau keagamaan dengan menggunakan pengibaratan atau perbandingan. Contohnya Kisah Para Nabi dan Hikayat Bayan Budiman
 

6)      Cerita Jenaka adalah prosa tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik yang dikisahkan dengan humor. Contohnya Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, dan Abu Nawas.


7)      Cerita Berbingkai adalah prosa yang di dalamnya terdapat cerita lain yang dituturkan tokohnya. Contoh cerita berbingkai yang popular adalah Kisah Seribu Satu Malam.




Kalimat


Kalimat adalah satuan bahasa yang mengungkapkan makna yang utuh. Kalimat ditandai oleh suara naik turun dan diakhiri dengan kesenyapan. Adapun dalam ragam bahasa tertulis, kalimat diawali oleh huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru.
Kalimat dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu :
1. Kalimat Berita, Kalimat Tanya, Kalimat Perintah dan Kalimat Seru
    a. Kalimat Berita(Deklaratif)
        Adalah kalimat yang isinya memberitakan sesuatu kepada pembaca atau pendengar. Kalimat itu bisa berupa kalimat berita positif atau negatif, Kalimat aktif atau pasif, langsung atau tak langsung, tunggal atau majemuk, dan sebagainya.
        1) Kalimat berita negatif dan kalimat berita positif
             Kalimat berita negatif adalah berita yang menggunakan kata-kata negatif seperti  tidak, belum atau bukan. Contoh :
             a. Sudah sore mereka belum juga datang
             b. Pak Mujiharto tidak senang lagu dangdut
             c. Bukan kakak yang membeli buku ini, melainkan ibu
             Kalimat berta positif adalah kalimat yang tidak menggunakan ketiga contoh kata tersebut. Contoh :
            a. Sudah sore mereka sudah datang
            b. Pak Mujiharto senang lagu dangdut
            c. Kakak yang membeli buku ini
2) Kalimat Inversi
    Yaitu kalimat berita yang predikatnya mendahului subjek. Kalimat ini dibentuk dengan tujuan untuk menekankan unsur predikat. Contoh :
    a. Mencicit anak-anak burung itu seperti sedang kelaparan
    b. Datang induknya tidak lama kemudian
3) Kalimat Tanya
     Kalimat tanya (Interogatif) adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang. Digunakan ketika kita ingin mengetahui barang, orang, waktu, tempat, cara, dan sebagainya. Kalimat tanya ada pula yang tidak disertai dengan kata tanya. Conntohnya :
       1) Kak Alam sudah pergi?
       2) Ini rumah Pak Tatang?
       3) Tadi malam hujan?
    Seperti halnya kalimat berita, kalimat tanya pun banyak sekali ragamnya. Contohnya :
    1) Kalimat tanya yang hanya memerlukan jawaban ya atau tidak. Digunakan untuk tujuan klarifikasi atau meminta kepastian. Contoh :
        a. Jadi, betul para petani disini mengalami gagal panen?
        b. Katanya Anda mau menanam sayur-sayuran di lahan ini?
    2) Kalimat  tanya yang tidak memerlukan jawaban (Pertanyaan retoris ). Contoh :
        a. Petani mana yang tidak ingin untung dari usahanya?
        b. Siapa sih yang berharap usahanya merugi terus?
3) Kalimat tanya yang memiliki tujuan selain bertanya .
    kallimat itu sesungguhnya berisikan suruhan, permintaan, ajakan, rayuan, sindiran dan sanggahan. Contoh : mau tidak kamu mengambil benih itu di rumah Pak Lurah ? ( permintaan, suruhan)
4) Kalimat sapaan
    Adalah kalimat yang digunakan untuk menyapa atau menegur seseorang atau sekelompok orang. contoh : bagaimana keadaan Bapak sekarang ?
4. Kalimat Perintah
     adalah kalimat yang maknanya memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Ciri-ciri kalimat perintah adalah :
     a. Kalimat perintah umumnya menggunakan kata kerja tak transitif, yang kadang-kadang disertai dengan penggunaan partikel –lah pada predikatnya.
     b. Kalimat perintah yang bermakna larangan, sering didahului dengan kata jangan. Contoh :
         1) Carilah pekerjaan apa saja!
         2) Ambilah sampel buku itu kesini!
    Untuk menghaluskan kalimat perintah, kita bisa menggunakan kata-kata seperti tolong, coba, silakan, mohon.
    a) Tolong kirimkan surat ini kepada kepala kepegawaian!
    b) Coba panggil sebentar anak buahmu itu ke sini!
    c) Silahkan Bapak tunggu sebentar di sini!
    d) Mohon laporan bulanan itu segera Ibu persiapkan untuk bahan rapat nanti.
  5. Kalimat Seru
     Adalah kalimat yang isinya mengungkapkan perasaan (emosi). Misalnya, rasa kagum, bangga, sedih. Contoh :
     1) Wah, bagus sekali lukisanmu !
     2) Nah, begitu dong, kalau bekerja!
     3) Asyik, aku juara !
2. Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
     Kalimat aktif adalah kalimat yang predikatnya melakukan suatu pekerjaan. Ciri penting yang menandai kalimat aktif, predikat kalimat itu berupa kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Contoh :
      a. Lelaki itu tampak berdiam sejenak
      b. Kini orang hidup memikirkan pribadinya alias tidak peduli.
     Kalimat pasif  adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Kalimat pasif antara lain, ditandai oleh predikatnya yang berawalan di-ter, ku-, kau, atau ke-an. Contoh :
      a. Pameran itu akan dibuka oleh Pak Bupati
      b. Ali terkejut mendengarkan kematian sahabatnya
      c. Buku itu telah kubaca tadi malam
    
3. Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
      a. Kalimat langsung
           Adalah kalimat yang secara cermat menirukan sesuatu yang diujarkan orang lain. Contoh :
           a) “Apakah gurumu baik?” tanya Alam.
           b) Kata orang tua zaman dahulu, “Malu bertanya, sesat di jalan.”
      b. Kalimat tidak langsung
           Adalah kalimat yang menceritakan kembali suatu yang diujarkan orang. Bagian kutipan dalam kalimat tidak langsung semuanya berbentuk kalimat berita. Contoh :
           a) Alam menanyakan baik tidaknya guru saya.
           b) Orang tua zaman dulu berkata bahwa malu bertanya sesat di jalan.
4. Kalimat Tunggal Dan Kalimat Majemuk
     Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki suatu pola inti atau satu klausa. Pola kalimatnya dibentuk oleh satu subjek dan satu predikat. Ada pula yang dilengkapi lagi dengan objek, pelengkap, atau keterangan. Contoh :
     a) Dia akan pergi
          S             P
     b) Anto membaca buku
          S           P               O


Berdasarkan bentuk predikatnya, kalimat tunggal terbagi kedalam 3 jenis.
1)      Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya kata benda. Contoh :
        a. Dia siswa terbaik di SMAN 1 Medan
        b. Mereka guru-guru yang rajin
2)      Kalimat verbal, adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Contoh :
        a. Adik makan pisang goreng
        b. Ibu sedang membaca di ruang depan
3)      Kalimat adjektiva, adalah kalimat yang predikatnya berupa kata sifat. Contoh :
        a. Ayahnya sakit
        b. Pernyataan orang itu benar
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau dua klausa atau lebih. Kalimat majemuk sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa kalimat tunggal. Contoh :
 1) Orang yang mengambil buku ini Haris. (k.tunggal)
 2) Orang yang mengambil buku ini Haris dan yang membelinya Vivi. (k. majemuk)
Kalimat majemuk digolongkan menjadi 3, yaitu :
 1. Kalimat majemuk setara
      Adalah kalimat yang berhubungan antara unsur-unsur nya bersifat setara atau sederajat. Kalimat majemuk setara ditandai oleh kata penghubung lalu, dan, kemudian, atau, tetapi, melainkan. Contoh :
Kalimat majemuk setara
a)      Ibu membaca buku dan ayah membersihkan kebun.
Unsur pembentuk
(1)   Ibu membaca buku
(2)   Ayah membersihkan kebun
Makna
Menambahkan
2. Kalimat majemuk bertingkat
    Adalah kalimat yang hubungan antara unsur-unsurnya tidak sederajat. Salah satu unsurnya ada yang menduduki induk kalimat, sedangkan unsur yang lain sebagai anak kalimat. Kalimat majemuk bertingkat antara lain, menggunakan kata penghubung seperti sedangkan, meskipun, walaupun, daripada, demi, seandainya, sehingga, karena, yang. majemuk bertingkat terbagi atas beberapa macam, yaitu :
    a) Kalimat majemuk hubungan kenyataan, ditandai oleh konjungsi sedangkan, padahal. Contoh :
        (1) Pura-pura tidak tahu padahal dia tahu banyak.
        (2) Para tamu sudah siap sedangkan kita belum siap
    b) Kalimat majemuk hubungan konsesif, ditandai oleh konjungsi walaupun, meskipun, sekalipun, dan sungguhpun. Contoh :
        (1) Walupun hatinya sangat sedih, dia tidak pernah menangis di hadapanku.
        (2) Meskipun kakek sudah tidak ada, aku akan tetap tinggal di ruma ini.
   c) Kalimat majemuk hubungan perbandingan, ditandai oleh kata penghubunng daripada, ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, dan alih-alih. Contoh :
       (1) Daripada menganggur, lebih baik kamu mengolah kebun orang tuamu saja.
       (2) Pak Bahrum menyayangi semua kemenakannya seperti dia menyayangi anak kandungnya.
   d) Kalimat majemuk hubungan tujuan, ditandai oleh konjungsi demi, agar, supaya, dan biar. Contoh :
        (1) Kak Dede bekerja siang dan malam demi menyekolahkan anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi.
        (2) Kami sengaja meninggalkan rumah agar adik-adik kami bisa mandiri.
    e) Kalimat majemuk hubungan syarat atau pengandaian, ditandai oleh konjungsi jika, seandainya, andaikan, asalkan, apabila. Contoh :
        (1) Jika Anda mau mendengarnya, saya tentu senang sekali.
        (2) Kami akan segera pulang seandainya kakak tidak datang hari ini.
    f) Kalimat majemuk hubungan akibat, ditandai oleh kata penghubung sehingga, sampai-sampai, dan maka. Contoh :
        (1) Ia terlalu bekerja keras sehingga jatuh sakit.
        (2) Kami tidak setuju, maka kami protes.
    g) Kalimat majemuk hubungan penyebaban, ditandai oleh kata penghubung sebab, karena, dan oleh karena. Contoh :
        (1) Pekerjaan di perusahaan itu saya lepaskan sebab saya sudah memutuskan untuk kuliah kembali.
        (2) Keadaan menjadi genting karena musuh akan melancarkan serangan malam ini.
h) Kalimat majemuk hubungan atributif, ditandai oleh konjungsi yang. Contoh :
    (1) Pamannya yang tinggal di Bogor itu, sedang dirawat di rumah sakit.
    (2) Istrinya yang datang bersama dia itu, seorang insinyur.
3. Kalimat majemuk campuran
    Adalah gabungan antara kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Contoh :
    a) pekerjaan itu telah selesai ketika kakak datang dan ibu selesai memasak.
         Induk kalimat : pekerjaan itu telah selesai
         anak kalimat : (a) kakak datang

PUISI CORONA

CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...