Jumat, 26 Agustus 2016
Kamis, 25 Agustus 2016
Rabu, 24 Agustus 2016
Senin, 22 Agustus 2016
Prosa Baru
Prosa
Baru adalah teks
prosa yang berkembang setelah mendapat pengaruh sastra atau Budaya Barat.Prosa
ini cenderung lebih dinais dan beraga, baik itu dala hal tema, latar,
penokohan, alur, dan unsur-unsur lainnya.Pada umumnya, Prosa Baru dikenal pengarangnya,
tidak anonym lagi.Bentuk-bentuk Prosa Baru.
a.
Roman
Roman adalah Prosa Baru yang mengisahkan kehidupan tokoh
utamanya dengan segala suka dukanya.Tokoh utamnya sering diceritakan mulai dari
masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.Roman
mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan
menyeluruh.Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku
dalam cerita tersebut.
1) Roman Bertendensi, yaitu roman yang bertujuan menanamkan maksud-maksud tertentu,
mengandung pandangan hidup yang dapat di petik oleh pembaca untuk kebaikan.
Contoh Layar Terkembang karangan Sultan Takdir Aliansyahbana dan Darah Muda
Karangan Adinegoro
2)
Roman Sosial, adalah
roman yang meberikan gambaran keadaan suatu kelompok masyarakat. Hal yang di
lukiskan umumnya mengenai keburuan-keburukan masyarakat yang bersangkutan.
Contohnya Sengsara Membawa Nikmat karangan Tulis St. Sati, Nerka Dunia Karangan
Adinegoro.
3)
Roman Sejarah, adalah roman berdasarkan fakta
historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dala
sejarah. Contohnya Hulubalang Raja karangan Nur St. Iskandar dan Tambera
karangan Utuy Tatang Sontani.
4)
Roman Psikologis adalah roman yang menekankan gambaran
kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contohnya
Atheis karangan Achdiat Kartamiharja dan Katak Hendak Menjadi Lembu karangan
Nur St. Iskandar.
5)
Roman Detektif merupakan roman yang berkaitan dengan
kriminalitas. Karakter yang sering menjadi tokoh utamanya adalah seorang agen
polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contohnya Mencari
Pencuri Anak Perawan karangan Suman HS dan Kasih Tak Terlerai karangan Suman
HS.
b.
Novel
Novel berasal dari bahasa Italia, yaitu novella
yang berarti “berita”. Novel merupakan Prosa Baru. Novel menceritakan
sebagian kehidupan tokoh utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang
mengandung konflik sehingga menimbulkan perubahan nasib pada tokoh utamanya.
Misalnya, dari kehidupan susah menjadi senang, dari lanjang kemudian berumah
tangga atau sebaliknya. Contohnya Hujan karangan Tereliye, Daun yang Jatuh Tak
Pernah Membenci Angin karangan Tereliye, Matahari karangan Tereliye, Rindu
karangan Tereliye, Pulang karangan Tereliye dan Moga Bunda di Sayang Allah
karangan Tereliye.
c.
Cerpen
Cerpen adalah prosa yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan tokoh
utamanya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik
atau pertikain, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib
pelakunya. Contohnya Radio Masyarakat karangan Rosihan Anwar dan Bola Lampu
karangan Asrul Sani.
d.
Riwayat
Riwayat adalah prosa yang berisi
pengalaman-pengalaman hidup seseorang (biografi) ataupun pengarang itu sendiri
(otobiografi), sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.
Contohnya Biografi B.J. Habibie.
e.
Kritik
Kritik adalah prosa yang membahas baik buruk suatu hasil
karya dengan memberi alasan-alasan tertentu secara mendalam.Kritik tersaji
secara objektif berdasarkan kriteria ataupun sudut pandang (keilmuan)
tertentu.Contohnya Jurnal Kritik karangan beberapa sastrawan ternama seperti
Jamal D. Rahman dan Abdul Hadi W. M.
f.
Resensi
Resensi adalah prosa yang mengulas suatu karya (buku,film dan
drama). Isinya bersifat informative berkaitan dengan keunggulan dan kelemahan
suatu karya sehingga pembaca terdorong untuk turut menikmati karya tersebut.
g.
Esai
Esai adalah prosa yang membahas suatu asalah tertentu secara sepintas
berdasarkan pandangan pribadi penulisnya.Isinya bisa berupa hikmah kehidupan,
tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena social,
politik, pementasan drama, film dan lainnya enurut pendapat pribadi
penulisnya.Esai cenderung bersifat subjektif.Hal itu ditandai dengan penggunaan
kata “saya” atau”aku” untuk penyebutan penulisanya itu sendiri.
h.
Artikel
Artikel adalah prosa yang di muat di edia massa. Pada umunya berupa
pembahasan tentang peristiwa-peristiwa actual yang terjadi di masyarakat.
Prosa Lama
Prosa
Lamamerupakan karya
sastra yang belum mendapat pengaruh Budaya Barat. Prosa Lamadisampaikan secara lisan, dari orang
ke orang. Fungsinya sebagai sara hiburan dan media pendidikan. Prosa ini di
sampaikan sebagai pengantar tidur dan pelengkap upacara-upacara adat serta
acara-acara seremonial.
Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia,
masyarakat menjadi akrab dengan tulisan. Bentuk tulisan prosa pun mulai banyak
dikenal, yaitu
a.
Hikayat
Hikayat berasal dari India
sekaligus Arab. Prosa ini berisi cerita kehidupan para dewi,peri,pangeran,putri
kerajaaan serta raja. Di dalamnya, banyak dikisahkan kekuatan gaib, kesaktian
dan kekuatan luar biasa yang dimiliki tokoh.Kisah ini tentu tidak masuk
akal.Hikayat juga bisa mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah.
b. Sejarah
Sejarah (tambo)
adalah Prosa
Lamayang ceritanya bersumber dari peristiwa sejarah. Beberapa bagian
ceritanya bisa dibuktikan dalam kehidupan nyata.Selain peristiwa sejarah, tambo sering mengungkapkan silsilah
raja-raja.Contoh cerita sejarah adalah Sejarah Melayu karya Datuk Bendahara
Paduka Raja alias Tun Sri Lanang, tahun 1612.
c. Kisah
Kisah adalah prosa tentang cerita
perjalanan atau pelayaran seseorang ke suatu tempat yang jauh.Contohnya adalah
Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan dan Kisah Abdullah ke Jedah.
d. Dongeng
Dongeng adalah prosa yang
berdasarkan khayalan dan tidak mungkin terjadi dalam khayalan dan tidak mungkin
terjadi dalam kenyataan.Dalam dongeng, biasanya terdapat tokoh yang dapat
menghilang, berubah wujud, dan hal-hal yang tidak rasional lainnya.Isi dongeng
sangat beragam, yakni ada yang berupa fable, mite, legenda, saga, parabel,
cerita jenaka, dan cerita berbingkai.
1) Fabel adalah
prosa yang bertokohkan binatang. Didalamnya, sering di gambarkan pengajaran
moral. Contohnya Kancil dengan Buaya, Kelinci dan Jerapah, Kelinci dan
Kura-Kura.
2) Mite (mitos) adalah
prosa yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang
dipercayai mempunyai kekuatan gaib. Contohnya Kisah Nyai Roro Kidul, Ki Ageng
Selo, dongeng tentang gerhana, dongeng tentang terjadinya padi, dan harimau jadi-jadian.
3) Legenda adalah
prosa yang mengisahkan riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah. Contohnya
Legenda Banyuwangi, Legenda Ikan Patin dan Tangkuban Perahu.
4) Saga adalah
prosa yang berhubungan dengan sejarah dan menceritakan keberanian,
kepahlawanan, serta kesaktian dan keajaiban seseorang. Contohnya Calon Arang
dan Ciung Wanara.
5) Parabel adalah
prosa yang menggambarkan sikap moralatau keagamaan dengan menggunakan
pengibaratan atau perbandingan. Contohnya Kisah Para Nabi dan Hikayat Bayan
Budiman
6) Cerita Jenaka adalah
prosa tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik yang dikisahkan
dengan humor. Contohnya Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, dan Abu Nawas.
7) Cerita
Berbingkai adalah prosa yang di dalamnya terdapat cerita lain yang
dituturkan tokohnya. Contoh cerita berbingkai yang popular adalah Kisah Seribu
Satu Malam.
Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa yang
mengungkapkan makna yang utuh. Kalimat ditandai oleh suara naik turun dan
diakhiri dengan kesenyapan. Adapun dalam ragam bahasa tertulis, kalimat diawali
oleh huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda
seru.
Kalimat dapat dikelompokkan ke dalam beberapa
jenis, yaitu :
1. Kalimat Berita, Kalimat Tanya, Kalimat Perintah dan
Kalimat Seru
a. Kalimat
Berita(Deklaratif)
Adalah kalimat yang isinya memberitakan sesuatu kepada pembaca atau
pendengar. Kalimat itu bisa berupa kalimat berita positif atau negatif, Kalimat
aktif atau pasif, langsung atau tak langsung, tunggal atau majemuk, dan
sebagainya.
1) Kalimat berita negatif dan kalimat berita positif
Kalimat berita negatif adalah berita yang menggunakan kata-kata
negatif seperti tidak, belum atau
bukan. Contoh :
a. Sudah sore mereka belum juga datang
b. Pak Mujiharto tidak senang lagu dangdut
c. Bukan kakak yang membeli buku ini, melainkan ibu
Kalimat berta positif adalah
kalimat yang tidak menggunakan ketiga contoh kata tersebut. Contoh :
a. Sudah sore mereka sudah datang
b. Pak Mujiharto senang lagu dangdut
c. Kakak yang membeli buku ini
2) Kalimat Inversi
Yaitu kalimat berita yang predikatnya mendahului subjek. Kalimat ini
dibentuk dengan tujuan untuk menekankan unsur predikat. Contoh :
a.
Mencicit anak-anak burung itu seperti sedang kelaparan
b.
Datang induknya tidak lama kemudian
3) Kalimat Tanya
Kalimat tanya (Interogatif) adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu
atau seseorang. Digunakan ketika kita ingin mengetahui barang, orang, waktu,
tempat, cara, dan sebagainya. Kalimat tanya ada pula yang tidak disertai dengan
kata tanya. Conntohnya :
1) Kak Alam sudah pergi?
2) Ini rumah Pak Tatang?
3)
Tadi malam hujan?
Seperti halnya kalimat berita, kalimat tanya pun banyak sekali ragamnya.
Contohnya :
1)
Kalimat tanya yang hanya memerlukan jawaban ya atau tidak. Digunakan untuk
tujuan klarifikasi atau meminta kepastian. Contoh :
a. Jadi, betul para petani disini mengalami gagal panen?
b. Katanya Anda mau menanam sayur-sayuran di lahan ini?
2)
Kalimat tanya yang tidak memerlukan
jawaban (Pertanyaan retoris ). Contoh :
a. Petani mana yang tidak ingin untung dari usahanya?
b. Siapa sih yang berharap usahanya merugi terus?
3) Kalimat tanya yang memiliki tujuan selain
bertanya .
kallimat itu sesungguhnya berisikan suruhan, permintaan, ajakan, rayuan,
sindiran dan sanggahan. Contoh : mau tidak kamu mengambil benih itu di rumah
Pak Lurah ? ( permintaan, suruhan)
4) Kalimat sapaan
Adalah kalimat yang digunakan untuk menyapa atau menegur seseorang atau
sekelompok orang. contoh : bagaimana keadaan Bapak sekarang ?
4. Kalimat Perintah
adalah kalimat yang maknanya memberikan perintah untuk melakukan
sesuatu. Ciri-ciri kalimat perintah adalah :
a.
Kalimat perintah umumnya menggunakan kata kerja tak transitif, yang
kadang-kadang disertai dengan penggunaan partikel –lah pada predikatnya.
b.
Kalimat perintah yang bermakna larangan, sering didahului dengan kata jangan.
Contoh :
1) Carilah pekerjaan apa saja!
2) Ambilah sampel buku itu kesini!
Untuk menghaluskan kalimat perintah, kita bisa menggunakan kata-kata
seperti tolong, coba, silakan, mohon.
a)
Tolong kirimkan surat ini kepada kepala kepegawaian!
b) Coba
panggil sebentar anak buahmu itu ke sini!
c) Silahkan
Bapak tunggu sebentar di sini!
d) Mohon
laporan bulanan itu segera Ibu persiapkan untuk bahan rapat nanti.
5. Kalimat
Seru
Adalah kalimat yang isinya mengungkapkan perasaan (emosi). Misalnya,
rasa kagum, bangga, sedih. Contoh :
1)
Wah, bagus sekali lukisanmu !
2)
Nah, begitu dong, kalau bekerja!
3)
Asyik, aku juara !
2. Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
Kalimat
aktif adalah kalimat yang predikatnya melakukan
suatu pekerjaan. Ciri penting yang menandai kalimat aktif, predikat kalimat itu
berupa kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Contoh :
a.
Lelaki itu tampak berdiam sejenak
b.
Kini orang hidup memikirkan pribadinya alias tidak peduli.
Kalimat
pasif adalah kalimat yang subjeknya
dikenai pekerjaan. Kalimat pasif antara lain, ditandai oleh predikatnya yang
berawalan di-ter, ku-, kau, atau ke-an. Contoh :
a. Pameran
itu akan dibuka oleh Pak Bupati
b. Ali terkejut
mendengarkan kematian sahabatnya
c. Buku itu
telah kubaca tadi malam
3. Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
a. Kalimat langsung
Adalah kalimat yang secara cermat menirukan sesuatu yang diujarkan orang
lain. Contoh :
a) “Apakah gurumu baik?” tanya Alam.
b) Kata orang tua zaman dahulu, “Malu bertanya, sesat di jalan.”
b. Kalimat
tidak langsung
Adalah kalimat yang menceritakan kembali suatu yang diujarkan orang.
Bagian kutipan dalam kalimat tidak langsung semuanya berbentuk kalimat berita.
Contoh :
a) Alam menanyakan baik tidaknya guru saya.
b) Orang tua zaman dulu berkata bahwa malu bertanya sesat di jalan.
4. Kalimat Tunggal Dan Kalimat Majemuk
Kalimat
tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki suatu pola inti atau satu
klausa. Pola kalimatnya dibentuk oleh satu subjek dan satu predikat. Ada pula
yang dilengkapi lagi dengan objek, pelengkap, atau keterangan. Contoh :
a) Dia akan pergi
S P
b) Anto membaca buku
S P O
Berdasarkan bentuk predikatnya, kalimat tunggal
terbagi kedalam 3 jenis.
1) Kalimat nominal adalah kalimat yang
predikatnya kata benda. Contoh :
a. Dia siswa terbaik di SMAN 1 Medan
b. Mereka guru-guru yang rajin
2) Kalimat verbal, adalah kalimat yang
predikatnya berupa kata kerja. Contoh :
a. Adik makan pisang goreng
b. Ibu sedang membaca di ruang depan
3) Kalimat adjektiva, adalah kalimat yang
predikatnya berupa kata sifat. Contoh :
a. Ayahnya sakit
b.
Pernyataan orang itu benar
Kalimat majemuk adalah
kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau dua klausa atau lebih. Kalimat
majemuk sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa kalimat tunggal. Contoh :
1)
Orang yang mengambil buku ini Haris. (k.tunggal)
2)
Orang yang mengambil buku ini Haris dan yang membelinya Vivi. (k. majemuk)
Kalimat majemuk digolongkan menjadi 3, yaitu :
1.
Kalimat majemuk setara
Adalah kalimat yang berhubungan antara unsur-unsur nya bersifat setara
atau sederajat. Kalimat majemuk setara ditandai oleh kata penghubung lalu,
dan, kemudian, atau, tetapi, melainkan. Contoh :
Kalimat majemuk setara
a) Ibu membaca buku dan ayah membersihkan kebun.
Unsur pembentuk
(1) Ibu membaca buku
(2) Ayah membersihkan kebun
Makna
Menambahkan
2. Kalimat majemuk bertingkat
Adalah kalimat yang hubungan antara unsur-unsurnya tidak sederajat.
Salah satu unsurnya ada yang menduduki induk kalimat, sedangkan unsur yang lain
sebagai anak kalimat. Kalimat majemuk bertingkat antara lain, menggunakan kata
penghubung seperti sedangkan, meskipun, walaupun, daripada, demi,
seandainya, sehingga, karena, yang. majemuk bertingkat terbagi atas
beberapa macam, yaitu :
a) Kalimat
majemuk hubungan kenyataan, ditandai oleh konjungsi sedangkan, padahal.
Contoh :
(1)
Pura-pura tidak tahu padahal dia tahu banyak.
(2) Para
tamu sudah siap sedangkan kita belum siap
b) Kalimat
majemuk hubungan konsesif, ditandai oleh konjungsi walaupun, meskipun,
sekalipun, dan sungguhpun. Contoh :
(1) Walupun hatinya sangat sedih, dia tidak pernah menangis di
hadapanku.
(2) Meskipun
kakek sudah tidak ada, aku akan tetap tinggal di ruma ini.
c) Kalimat
majemuk hubungan perbandingan, ditandai oleh kata penghubunng daripada,
ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, dan alih-alih. Contoh :
(1) Daripada menganggur, lebih baik kamu mengolah kebun orang
tuamu saja.
(2) Pak Bahrum menyayangi semua kemenakannya seperti dia
menyayangi anak kandungnya.
d) Kalimat
majemuk hubungan tujuan, ditandai oleh konjungsi demi, agar, supaya, dan
biar. Contoh :
(1) Kak
Dede bekerja siang dan malam demi menyekolahkan anak-anaknya sampai ke
perguruan tinggi.
(2) Kami
sengaja meninggalkan rumah agar adik-adik kami bisa mandiri.
e) Kalimat
majemuk hubungan syarat atau pengandaian, ditandai oleh konjungsi jika,
seandainya, andaikan, asalkan, apabila. Contoh :
(1) Jika Anda mau mendengarnya, saya tentu senang sekali.
(2) Kami akan segera pulang seandainya kakak tidak datang hari
ini.
f) Kalimat
majemuk hubungan akibat, ditandai oleh kata penghubung sehingga,
sampai-sampai, dan maka. Contoh :
(1) Ia terlalu bekerja keras sehingga jatuh sakit.
(2) Kami tidak setuju, maka kami protes.
g) Kalimat
majemuk hubungan penyebaban, ditandai oleh kata penghubung sebab,
karena, dan oleh karena. Contoh :
(1) Pekerjaan di perusahaan itu saya lepaskan sebab saya sudah
memutuskan untuk kuliah kembali.
(2) Keadaan menjadi genting karena musuh akan melancarkan
serangan malam ini.
h) Kalimat majemuk hubungan atributif,
ditandai oleh konjungsi yang. Contoh :
(1)
Pamannya yang tinggal di Bogor itu, sedang dirawat di rumah sakit.
(2)
Istrinya yang datang bersama dia itu, seorang insinyur.
3. Kalimat majemuk campuran
Adalah gabungan antara kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk
bertingkat. Contoh :
a)
pekerjaan itu telah selesai ketika kakak datang dan ibu selesai
memasak.
Induk
kalimat : pekerjaan itu telah selesai
anak
kalimat : (a) kakak datang
Langganan:
Postingan (Atom)
PUISI CORONA
CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...
-
BATASAN, PENGENALAN, DAN JENIS MORFEM DALAM BAHASA INDONESIA BAB I PE...
-
Mengenal dan Mengungkap Sjachroedin Z.P. Tokoh Provinsi Lampung Masyarakat Provinsi Lampung pasti sudah mengenal Bapak Sjachroedin Z....
-
PROSES PEMAJEMUKAN/ KOMPOSISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses morfologis merupak...



























