Jumat, 09 Oktober 2015
Selasa, 06 Oktober 2015
CERPEN TUNAS BANGSA DI HAMPARAN KEBUN TEBU
TUNAS
BANGSA DI HAMPARAN KEBUN TEBU
Karya
Asep Perdiansyah
Embun pagi berkilau seperti berlian,
hamparan kebun tebu nan hijau yang sangat menyejukkan mata, sang surya
menampakkan cahaya berwarna kuning menghangatkan tubuh ini yang diselimuti
kabut putih yang tebal. Farrel begitulah teman-teman sekolah memanggilku,
dengan penuh semangat ia melangkahkan kaki melewati hamparan kebun tebu untuk
menuju ke sekolah. Farrel mempunyai cita-cita sebagai seorang dokter. Mengapa
ia ingin menjadi seorang dokter cita-cita ini bermula dari pengalaman
kehidupannya yang sangat pahit. Farrel hidup sangat susah ayahnya telah
meninggal dunia waktu ia masih usia 5 tahun, ayahnya meninggal dunia karena
serangan jantung. Farrel hidup berdua dengan ibunya setelah ayah yang ia cintai
tiada. Ketika ia berumur 5 tahun ayahnya tiba-tiba terkena serangan jantung
nyawa ayahnya tidak dapat tertolong karena untuk menuju ke rumah sakit butuh
waktu dan jarak tempuh yang lama sehingga di tengah perjalanan beliau
mengembuskan nafas terakhir. Andai saja waktu itu jarak rumah sakit dari
rumahnya dekat ayahnya mungkin dapat tertolong karena segera dapat perawatan
dari dokter. Tetapi kita tidak dapat mengetahui takdir yang telah ditetapkan
oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu ia bercita-cita menjadi seorang
dokter untuk menolong orang-orang yang sedang sakit. Ia tidak ingin pengalaman buruknya
terjadi oleh orang lain. Tiara adalah nama ibunya ia adalah pelita yang selalu
menerangi dalam kehidupannya. Ia bekerja sebagai buruh tebang di perusahaan
perkebunan tebu.
Dengan
penuh semangat Farrel menuju ke sekolah bersama teman-temannya. Ia mempunyai
teman dekat namanya Ferdi, Alvaro, dan Yoni. Mereka mempunyai cita-cita yang
berbeda Ferdi bercita-cita sebagai tentara, Alvaro bercita-cita sebagai Pilot,
dan Yoni bercita-cita sebagai Master Chef terkenal. Mereka terlahir dengan
keluarga yang masih utuh dan dari keluarga yang mampu sedangkan Farrel hanyalah
tunas yang tumbuh tanpa pupuk dan air dipenuhi dengan rumput liar. Ia anak
orang tidak mampu dia hidup sebatang kara ayahnya telah tiada ia hanya hidup
berdua dengan seorang ibu yang penuh kasih sayang selalu menemaninya. Farrel
selalu bermimpi kelak ia akan menjadi seorang dokter yang sukses tetapi itu
hanya mimpi ia hanya anak buruh tebang harian di perkebunan tebu mana mungkin
mempunyai biaya kuliah untuk dapat mengenyam bangku pendidikan kuliah di
Fakultas Kedokteran jangankan untuk biaya kuliah kedokteran yang ratusan juta
untuk makan sehari-hari saja harus berjuang keras. Tetapi bukan Farrel jika
tidak semangat dan optimis dalam menggapai cita-citanya. Ia selalu rajin dan
semangat dalam belajar di sekolah ia juga tidak pernah lupa untuk menjalankan
ibadah dan selalu berdoa untuk ayahnya yang telah tiada dan ibunya yang sangat
dicintai.
Farrel
kini telah tumbuh menjadi anak yang dewasa ia kini duduk di bangku sekolah
kelas 3 SMA. Hari itu pun telah tiba, hati Farrel berdebar-debar dengan sangat
kencang karena hari ini adalah hari pengumuman kelulusan di sekolah. Farrel
sangat bahagia karena lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Ia mendapatkan
nilai UN tertinggi di sekolahnya. Ada berita yang sangat membahagiakan karena
ia mendapatkan nilai tertinggi Farrel mendapatkan beasiswa kuliah kedokteran
Universitas Indonesia. Farrel merupakan mahasiswa kedokteran termuda karena ia
waktu SMA masuk kelas akselerasi walaupun termuda ia anak yang sangat cerdas.
Farrel sangat bersemangat dalam menuntut ilmu di kampus. Ia ingin sekali
mewujudkan cita-citanya sebagai seorang dokter. Beberapa tahun kemudian akhirya
dia lulus sebagai S1 Kedokteran Universitas Indonesia. Ia kini telah menjadi
seorang dokter cita-cita yang dulu hanyalah sebuah mimpi kini menjadi
kenyataan. Farrel mengabdikan dirinya sebagai tenaga medis di daerah-daerah
terpencil, daerah yang sangat sulit untuk mendapatkan akses kesehatan yang
memadai. Ia juga telah mendirikan beberapa rumah sakit di daerah-daerah
terpelosok negeri ini. Farrel menjadi dokter yang sukses, ia membatu masyarakat
yang membutuhkan dengan sepenuh hati, warga yang sakit dapat memperoleh
pelayanan kesehatan dengan gratis tanpa dipungut bayaran sedikit pun. Tidak ada
yang tidak mungkin di dunia ini jika kita mau berusaha pasti bisa dan jangan
lupa juga disertai dengan doa, gapailah cita-citamu setinggi mungkin, orang yang
baik adalah orang yang dapat memberikan manfaat bagi sesama.
Terima Kasih
Minggu, 08 Maret 2015
@kemdikbud_RI #lombafotokemdikbud
Siswa sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di perpustakaan @kemdikbud_RI #lombafotokemdikbud
Proses pembelajaran berlangsung dengan menyenangkan hanya dengan beralaskan lantai @kemdikbud_RI #lombafotokemdikbud
Membaca adalah jendela dunia @kemdikbud_RI#lombafotokemdikbud
Buku adalah jendela ilmu dengan membaca buku kita memperoleh banyak informasi @kemdikbud_RI#lombafotokemdikbud
Buku adalah gudang ilmu @kemdikbud_RI#lombafotokemdikbud
Kamis, 19 Februari 2015
Selasa, 03 Februari 2015
Minggu, 18 Januari 2015
PENDIDIKAN DAN MASA DEPAN BANGSA
PENDIDIKAN DAN MASA DEPAN BANGSA
Pendidikan sangat berkaitan dengan
masa depan bangsa karena untuk menjadi bangsa yang besar harus mempunyai sumber
daya manusia yang berkualitas. Untuk membentuk sumber daya manusia yang
berkualitas salah satunya adalah dengan pendidikan. Semua hal itu tidak semudah
membalikkan telapak tangan perlu dukungan dari berbagai pihak. Faktanya banyak
anak-anak generasi penerus bangsa ini tidak dapat mengenyam pendidikan yang
tinggi lebih parahnya lagi anak-anak banyak yang tidak bisa sekolah karena
tidak ada biaya. Mereka harus bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Sangat sedih melihat anak-anak yang mencari uang dijalananan
mereka seharusnya sekolah akan tetapi mereka harus mencari uang, ada juga anak
dibawah umur yang sudah harus bekerja keras memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dimana wakil rakyat ketika anak-anak negeri ini harus menjalani pedihnya hidup
ini. Mereka hanya sibuk dengan dirinya dan kepentingan golongan masing-masing.
Perlu adanya pembenahan di dunia
pendidikan Indonesia, mulai dari kualitas guru, insfrastrukur, sistem
pendidikan, biaya pendidikan dan masih banyak lagi. Indahnya jika laskar
generasi penerus bangsa bisa menikmati pendidikan dengan gratis tanpa biaya, jadi
mereka yang tidak mampu pun dapat mendapatkan pendidikan yang layak. Jika
kualitas sumber daya manusia kita sudah baik kita bisa bersaing dengan negara-negara
lain dan bisa menjadi negara yang maju. Dengan pendidikan diharapkan bukan
hanya generasi penerus bangsa mendapatkan ilmu pengetahuan akan tetapi mereka
mempunyai karakter dan kepribadian yang baik karena percuma jika mempunyai
pengetahuan yang tinggi tidak dibarengi dengan akhlak yang baik. Untuk
membentuk karakter generasi penerus bangsa perlu dukungan banyak pihak, mulai dari
keluarga, lingkungan, sekolah dan masih banyak lagi.
Melihat potret pendidikan di negeri
ini sangat miris bila dilihat dari segi insfrastruktur masih banyak
sekolah-sekolah yang belum dikatakan layak. Di daerah-daerah terpencil masih
banyak sekolah-sekolah yang insfrastrukturnya sangat memprihatinkan ada siswa
harus belajar tanpa atap, berlantaikan tanah dan tanpa dinding. Berbanding
terbalik dengan sekolah-sekolah yang ada di perkotaan yang sudah mempunyai
fasilitas yang lengkap. Bahkan ada siswa yang pergi ke sekolah untuk menimba
ilmu pengetahuan harus menempuh perjalanan berkilo-kilo meter dan harus
melewati sungai yang jika musim hujan datang arus sungai sangat deras. Untuk ke
sekolah saja mereka harus melalui banyak rintangan dan marabahaya.
Semoga pendidikan kita kelak menjadi
lebih baik, perlu kerjasama dari berbagai pihak, baik masyarakat, pemerintah,
dan lingkungan sekitar. Dengan pendidikan yang baik dapat menjadikan kualitas
generasi penerus bangsa yang baik pula. Mereka bukan hanya menguasai ilmu
pengetahuan yang banyak akan tetapi juga disertai karakter, kepribadian, dan
akhlak yang baik. Hidup pendidikan Indonesia jangan ada lagi generasi penerus
bangsa yang tidak bisa sekolah dikarenakan tidak ada biaya, insfratuktur
pendidikan menjadi lebih baik dan masih banyak lagi yang harus di perbaiki.
Jika semua ini dapat terwujud Indonesia kedepannya bisa menjadi negara yang
besar dan maju.
Asep Perdiansyah, S. Pd.
Guru Sekolah Sugar Group Lamteng
Alumnus FKIP Universitas Lampung
Langganan:
Postingan (Atom)
PUISI CORONA
CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...
-
Mengenal dan Mengungkap Sjachroedin Z.P. Tokoh Provinsi Lampung Masyarakat Provinsi Lampung pasti sudah mengenal Bapak Sjachroedin Z....
-
BATASAN, PENGENALAN, DAN JENIS MORFEM DALAM BAHASA INDONESIA BAB I PE...
-
PROSES PEMAJEMUKAN/ KOMPOSISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses morfologis merupak...












































