Kamis, 16 November 2017

Literacy Day Sugar Group Schools 2017






Calon Gubernur Lampung


Puisi Senyum Laskar Penerus Bangsa Karya Asep Perdiansyah Sastrawan Lampung

            Senyum Laskar Penerus Bangsa
    Karya Asep Perdiansyah

Ayam berkokok menyambut pagi nan cerah
Terlihat senyum indah generasi penerus bangsa
Dengan penuh semangat untuk memeroleh ilmu
Untuk menggapai cita-cita

Melihat anak kecil di jalan sedang mencari uang
Sangat menyedihkan mereka kehilangan senyumnya
Meraka pun mem
punyai cita-cita yang tinggi
Apa daya keadaan memaksa mereka begini

Pendidikan bagaikan sebuah pedang
Melihat pejabat menggunakan mobil mewah
Mereka lebih memikirkan diri sendiri
Dibandingkan memikirkan senyum laskar penerus bangsa

Teruslah berjuang laskar penerus bangsa
Gapailah cita-citamu seperti bintang
Tetaplah selalu tersenyum
Selalu bersemangat bagaikan api yang membara

                                                Lampung, 20 Juli 2012

Puisi Kertas Kosong Karya Asep Perdiansyah Sastrawan Lampung

            Kertas Kosong
    Karya Asep Perdiansyah


Terdengar suara tangisanmu
Seorang yang masih putih bersih
Bagaikan kertas yang masih kosong
Belum terdapat guratan tinta

     Berjalan dengan seiring waktu
     Kertas tersebut mulai dihiasi warna-warni
     Selaras dengan kehidupan
     Membuat suatu goresan yang baik dan buruk

Banyak hal yang telah dilalui
Hitam maupun putih
Hidup ini tidak berjalan lurus
Terkadang ada belokan yang harus dilalui

      Buatlah kertas yang kosong ini
      Menjadi sebuah goresan yang bermakna
      Selalu berusaha menjadi warna putih
      Berikan keindahan pada hidup ini

                                Lampung, 01 September 2012

Puisi Hujan Karya Asep Perdiansyah Sastrawan Lampung

Hujan
Karya Asep Perdiansyah

Awan menjadi gelap berwarna hitam
Angin berhembus dengan kencang
Burung-burung berterbangan di langit
Tikus bersembunyi di dalam tanah

    Suara petir mengelegar memecah kesunyian
                Daun menari kekiri dan kekanan
                Kambing berteriak ketakutan
                Kucing mencari tempat berteduh

Terdengar suara rintik-rintik hujan
Suara klakson saling bersautan
Tampak cahaya yang sangat silau
Terdengar suara sungai berjalan

Genangan air mulai masuk ke rumah
Jalan-jalan berubah menjadi sungai
Sampah berserakan di mana-mana
Banjir besar menghancurkan semua

Hutan tak mampu menahan kekuatan air
Hutan telah menjadi bagunan yang megah
Sungai tak dapat membendung sampah
Semuanya menjadi hancur


                                                Lampung, 24 November 2012
   
                                     

Puisi Kekuatan Kata Karya Asep Perdiansyah Sastrawan Lampung

                Kekuatan Kata
          Karya Asep Perdiansyah

Dengan kata orang bisa bahagia
Dengan kata orang bisa sedih

         Dengan kata bisa tercipta perdamaian
         Dengan kata bisa tercipta perselisihan

Dengan kata bisa membuat cinta
Dengan kata bisa membuat sakit hati

         Dengan kata bisa mengubah dunia
         Dengan kata bisa menghancurkan dunia

Dengan kata bisa menimbulkan terang
Dengan kata bisa menimbulkan gelap

          Dengan kata orang bisa pintar
          Dengan kata orang bisa bodoh

Dengan kata orang bisa kaya
Dengan kata orang bisa miskin


          Dengan kata orang bisa masuk surga
          Dengan kata orang bisa masuk neraka

                                                Lampung, 23 November 2012

PUISI CORONA

CORONA Karya Asep Perdiansyah Corona datang menyerang Dunia menjadi tak tenang Tempat keramaian seketika menghilang Matahari b...